Yohanna Menyebut Jokowi Ada di Hatinya dan Ingin Tetap Bertahan

Yohanna Menyebut Jokowi Ada di Hatinya dan Ingin Tetap Bertahan

Yohanna Febrianti (berjilbab) bersama keluarga. (Foto: Noordin Djihad-aremamedia.com)

MALANG – Suaranya halus dan menyentuh saat menyanyikan “My Heart and Jokowi Go On‘. Terlebih di layar terpampang Jokowi sedang bercengkerama dengan rakyatnya, untuk menunjukkan kepedulian sebagai sosok pelindung kaum lemah.

Near, far, wherever you are/
I believe that the heart does go on/
Once more you open the door/
And you’re here in my heart/
And my heart and jokowi go on and on,” serunya bernada saat melantunkan ‘My Heart Jokowi Go On‘.

Yach…kalimat di atas memang potongan refrain lagu ‘My Heart Will Go On‘ yang dilantunkan Celion Dion. Lagu ini pun sukses sebagai sound track film ‘Titanic’.

Oleh relawan Jokowi-Makruf yang menyebut diri sebagai For One Jokowi Go On, lagu tersebut dibuat parodi. Bahkan dibuatkan video klip dengan potongan kegiatan Jokowi. Mereka berharap Jokowi tetap bertahan seperti di lirik lagu tersebut.

Sang penyanyi, Yohanna Febrianti, yang memiliki keterbatasan penglihatan sangat menghayati bait demi bait. Meski Jokowi hanya dikenal lewat pendengaran, tak menyurutkan dia memohon untuk tetap bertahan.

Jokowi seakan sudah ada di hatinya. “And you’re here in my heart, and my heart and Jokowi go on and on,” pintanya dalam nada.

Yohanna memang terserang glukoma sekitar 10 tahun lalu sehingga penglihatannya terganggu. “Itu menjelang ujian nasional,” kenang anak kedua mantan pesepakbola Arema ini.

Akibat keterbatasan penglihatan, Yohanna dengan dukungan kedua orang tuanya kemudian menekuni dunia tarik suara. “Sekarang saya sedang promo lagu ‘Setulus Hati’ ciptaan saya sendiri,” kata perempuan ramah berusia 29 tahun ini.

Selain promo lagu, keinginan lain yang ingin terealisasi, bertemu Jokowi. Lelaki yang diinginkan tetap bertahan menjadi kepala negara.

Ketua For One Jokowi Go On, Anwar Hudijono. (Foto: Noordin Djihad-aremamedia.com)

Ketua For One Jokowi Go On, Anwar Hudijono, menceritakan, sebelum bertemu Yohanna, dirinya sudah mengantongi beberapa nama calon penyanyi.

“Tapi ketika teman-teman mengenalkan saya dengan Yohanna, semua daftar calon penyanyi langsung saya eliminasi,” kata pria yang akrab disapa Ano ini.

Wartawan senior ini sangat tertarik dengan suaranya yang sangat halus dan menghayati lirik lagu.

“Terlebih ketika saya diberitahu ternyata Yohanna ini anak dari Yohanes Geohera, pesepakbola Arema yang saya kenal masa sebelumnya saat merumput di Mitra,” jelasnya.

Video klip berisi lagu dan penyanyi, sambung Ano, sudah sampai di Ring I Istana Merdeka. “Bahkan ada menteri yang sangat menyukai video klip ini,” katanya sambil tersenyum

Ano pun tidak khawatir lagu ini bakal bermasalah karena bentuknya parodi dan tidak dikomersiilkan.(*)

Pewarta : Noordin Djihad
Editor : SM Nunggal