WS Rendra Tunduk Kepada Allah, Karena Air Zam-zam Terasa Chevas Regal

WS Rendra Tunduk Kepada Allah, Karena Air Zam-zam Terasa Chevas Regal

WS Rendra melaksanakan sholat jamaah bersama Setiawan Jodi dan Iwan Fals. (Foto: Bengkel Teater)

WS Rendra disebut sebagai penyair besar kedua setelah Chairil Anwar di Indonesia. Rendra memang telah tiada. Namun karya-karyanya akan selalu hidup. Banyak kisah menarik dari penyair yang mendapatkan julukan Burung Merak ini, yang patut dikenang. Salah satunya, pengalamannya saat pergi haji setelah menjadi mualaf.

Seniman yang lahir di Solo pada 7 November 1935 ini memiliki nama lengkap Willibrordus Surendra Broto Rendra yang kemudian biasa disingkat WS Rendra. Bermula sebagai penganut Katolik, Rendra kemudian menjadi seorang Muslim. Ikrar mualafnya disaksikan oleh Taufik Ismail, KH Ghafar Ismail dan Ajip Rosidi.

Dia banyak mengenal Islam dari istrinya, seorang putri Keraton Prabuningratan, BRA Sitoresmi Prabuningrat. Meskipun setelah memperoleh empat orang anak, perkawinannya itu kandas, namun keyakinannya sebagai seorang Muslim tetap terjaga.

”Bagi saya, puisi bukan hanya sekadar ungkapan perasaan seorang seniman. Tetapi lebih dari itu, puisi merupakan sikap perlawanan saya kepada setiap bentuk kezaliman dan ketidakadilan. Dan, itulah manifestasi dari amar ma’ruf nahi munkar seperti yang selalu diperintahkan Allah di dalam Alquran,” begitu tutur Rendra dikutip dari republika.co.id

Meskipun telah menjadi Muslim, Rendra masih suka menenggak minuman keras, kebiasaannya sejak lama. Dia menganggap kebiasannya itu sebagai hal biasa. Bahkan, sambil berseloroh, dia mengatakan, ”Kalau saya membaca bismillahirrahmanirrahim, maka minuman keras menjadi air.”

Hakikat Islam didapatkan Rendra ketika menunaikan ibadah haji. Selama menjalankan rukun Islam yang kelima itu, dia mendapatkan pengalaman unik yang tak bisa dilupakannya. Setiap kali minum air atau apa saja yang diminumnya, dia merasa seperti minum minuman keras, Chevas Regal.

”Minum di sini, minum di sana, rasanya seperti minuman keras. Bahkan, air zamzam pun rasanya seperti Chevas Regal, sampai saya bersendawa, seperti orang yang selesai meminum minuman keras,” kisahnya.

Rendra baru bisa terbebas dari kejadian itu ketika usai menjalankan ibadah Haji. Dia baru bisa benar-benar merasakan air minum dalam penerbangan dari Jeddah ke Amsterdam. ”Alhamdulillah! Saya betul-betul bersyukur. Setelah ini, saya tidak akan meminum minuman keras lagi.” jelasnya kepada Republika. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad
Sumber: Republika.co.id