Wisata Petik Apel Tingkatkan Pendapatan Para Petani

Wisata Petik Apel Tingkatkan Pendapatan Para Petani

Memetik apel dari pohon menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Batu. (Foto: Iwan Setiawan-aremamedia.com)

BATU – Petani apel mendapat manfaat besar dengan penetapan Batu sebagai kota wisata. Kalau dulu mereka  menjual hasil panennya pada tengkulak atau langsung mengirimkan ke luar kota dan luar pulau Jawa, sekarang mereka mengubah kebunnya menjadi tempat wisata petik apel.

Strategi para petani apel ini membuat penghasilan mereka mengalami peningkatan. Seperti yang dirasakan Samsul, salah satu pengelola tempat wisata petik apel.

“Dulu sebelum Kota Batu jadi kota wisata, kami menjual hasil panen pada tengkulak atau langsung kami kirimkan ke luar kota dan luar pulau Jawa. Mulai tahun 2012, kebun apel kami ubah menjadi tempat wisata petik apel. Hasilnya alhamdulillah banyak wisatawan luar kota yang berkunjung ke sini. Selain itu pemandangan yang indah di sekitar sini juga punya nilai jual tersendiri,” jelas Samsul.

Yang tak pernah disangka, Samsul tidak sekadar jual apel. “Kami juga memberikan edukasi bagi para pengunjung, bagaimana cara menanam, merawat hingga panen,” tambah bapak dua anak ini.

Sebagai ikon Mota Batu, apel memang menjadi primadona untuk dijadikan buah tangan bagi para wisatawan luar kota. Di hari libur, tempat wisata petik apel yang dikelola Samsul ini bisa mencapai 200 pengunjung, sementara hari biasa sekitar 50 sampai 60 pengunjung.

Dengan biaya masuk Rp25.000, pengunjung bisa menikmati apel sepuasnya dan langsung memetiknya sendiri. Sebelumnya, pengunjung diberi arahan tata cara memetik apel.

Salah satu rombongan asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Narni, yang juga mahasiswi Universitas Poltekes Kupang mengaku sangat senang dapat berkunjung ke kota Batu.

“Senang sekali berada di Kota Batu. Apalagi ada wisata petik apel seperti ini, saya bisa langsung memetiknya sendiri. Kapan-kapan saya akan kembali ke sini,” kata Narni. (*)

Pewarta : Iwan Setiawan
Editor : Noordin Djihad