Wali Kota Malang Berani Bongkar Median Taman, Bakal Terancam Pidana

Wali Kota Malang Berani Bongkar Median Taman, Bakal Terancam Pidana

Wali Kota Malang, Sutiaji, saat memberi keterangan pers tentang median taman Jalan Bandung, Senin (25/2/2019). (Foto: Irawan-aremamedia.com)

MALANG – Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji memastikan tidak akan membongkar median taman di Jalan Bandung. “Terjadi kesalahapahaman tentang masalah ini,” katanya, Senin (25/2/2019) di Balai Kota Malang.

Sutiaji menyadari, jika menbongkar taman dirinya bisa terseret ancaman pidana.

“Kepala daerah berkewajiban menyediakan RTH (ruang terbuka hijau) sebesar 30 persen yang terdiri dari 20 persen RTH publik dan 10 persen RTH privat. Sementara RTH di Kota Malang masih sebesar 4 sampai 5 persen, termasuk taman kota di median tersebut,” terangnya.

Median taman di Jalan Bandung yang dipersoalkan masyarakat karena ada wacana pembongkaran. (Foto: Irawan-aremamedia.com)

Yang perlu dirampingkan, lanjutnya, justru median trotoar depan halaman antara 2-3 meter. Bukan median taman kota. “Dan pagar halaman madrasah ditarik ke belakang juga, sehingga arus lalin semakin luas,” kata Sutiaji.

Menurutnya Pemkot Malang sama sekali tidak menyentuh median taman kota, karena dapat menyalahi aturan UU nomor 26 tahun 2007. Undang-undang itu tentang penyediaan RTH 30 persen, Permen PU nomor 20 tahun 2011 RDTRK (rencana detail tata ruang kota).

“Yang benar adalah pembenahan median trotoar di depan madrasah. Itupun yang mengusulkan Kepala MIN untuk memperluas sepadan jalan dan memerlancar arus lalin,” ucap Sutiaji lagi.(*)

Pewarta : Irawan
Editor : Noordin Djihad