Wakakaka….Sutiaji Ikut Keluhkan Penutupan Kawasan Kayutangan

Wakakaka….Sutiaji Ikut Keluhkan Penutupan Kawasan Kayutangan

Wali Kota Malang didampingi Wawali melihat dari dekat proyek Kayutangan Heritage. (Foto: Humas – aremamedia.com)

MALANG – Kemacetan di Kota Malang dampak penutupan Jalan Basuki Rahmat akibat pengerjaan proyek Kayutangan Heritage dipastikan berlangsung dua bulan.

Tentu saja banyak sekali masyarakat yang terdampak karena jalan tersebut merupakan jalan poros yang membelah kota. Komentar keluhan masyarakat pun bersliweran di sosial media.

Bahkan yang tak diduga, Wali Kota Malang, ternyata ikut mengeluh. “Saya kira wajar kalau masyarakat mengeluh. Saya kemarin ikut mengeluh, sebagai pengguna jalan yang dirugikan karena tidak adanya informasi,” katanya ketika meninjau proyek Kayutangan Heritage, Selasa (10/11/2020).

Sutiaji lantas menceritakan dirinya sempat kesulitan mencari akses jalan ketika akan ke kawasan Hamid Rusdi.
“Karena saya tidak tahu mana yang ditutup, akhirnya ngikuti google maps. Akhirnya mobil saya taruh dan melanjutkan perjalanan pakai motor,” ujarnya.

Keluhan masyarakat tidak hanya dari pekerja swasta kantoran atau nonkantor. Aparat Sipil Negara (ASN) juga ikut mengeluhkan kondisi yang dianggap tidak kondusif ini.

Seperti yang disampaikan Supri, warga Tunggulwulung yang tiap hari harus melintas kota untuk sampai tempat kerja. “Kedungkandang wes rong ulan iki ae jek gorong mari mumet te, lah iki kok ditambah ruwet meneh, muter meneh. Hadew, Malang wes muacet tambah macet, ruwet,” keluh kuli batu ini karena kerjanya di Cemorokandang.

Hal senada disampaikan Sokowiyono, ASN yang berkantor di daerah Kedungkandang. Dia mengaku harus memutar otak kalau untuk menuju kantornya. “Kalau berangkat harus lebih pagi karena minimal jam 07.30 antre sidik jari,” terangnya.

Menurutnya, seharusnya daerah Kayutangan pakai sistem buka tutup supaya masyarakat tidak putar-putar cari jalan alternatif. “Mosok wong cilik soro terus. Belum lagi yang punya usaha di areal penutupan, apa sudah dipikirkan. Mestinya direlokasi biar pelanggan gak lari,” ujar pria asal Sumbersari itu blak blakan.

Sementara pihak  Dishub saat dikonfirmasi mengaku sedang merancang solusi untuk pelaku usaha. “Solusinya, meminjam jalan ke Hotel Trio dan McDonalds PLN. Ini untuk akses keluar masuk pelaku usaha maupun warga di sana,” jelas Heriyono Kasi Manajemen Lalu Lintas Dishub.(*)

Pewarta : Doddy Rizqy
Editor      : Noordin Djihad