Wacana Revitalisasi Pasar Batu, Ludi Tanarto: Seharusnya Tidak Ada Lagi Istilah Pedagang Liar dan Resmi

Wacana Revitalisasi Pasar Batu, Ludi Tanarto: Seharusnya Tidak Ada Lagi Istilah Pedagang Liar dan Resmi

Kondisi Pasar Besar Kota Batu, dipenuhi pedagang dan pembeli setiap harinya. (Foto: Doi Nuri)

BATU – Sempat dibahas serius oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko pada bulan Juli 2019 lalu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu Ludi Tanarto berharap wacana revitalisasi Pasar Besar Batu segera terealisasi. Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, meyakini pedagang akan lebih tertata dan sejahtera dengan renovasi pasar terbesar di Kota Batu itu.

PT Gitanusa Sarana Niaga sempat mencuat dalam pemberitaan terkait rencana renovasi Pasar Batu. Kendati demikian, meski telah melakukan pembicaraan serius dengan Dewanti Rumpoko, nyatanya hingga hari ini wacana tersebut belum juga terealisasi.

“Setahu kami dulu koperasi, perindustrian dan perdagangan (Koperindag) dan Dinas Perumahan dan Prasarana Ruang (DPPR) pernah merencanakan untuk penataan pedagang yang berada di dalam Pasar Batu. Dengan revitalisasi pasar, setidaknya pedagang akan lebih tertata, baik pedagang yang di dalam maupun luar,” ungkapnya.

Ludi menyinggung juga tentang keberadaan pedagang yang masih ada di luar Pasar Batu, menurutnya mendatang sudah tidak ada lagi istilah pedagang berizin dan tidak berizin. Dengan program revitalisasi tersebut, ia berharap bukan hanya masalah penampilan pasar saja yang menjadi perhatian, namun juga kesejahteraan seluruh pedagangnya.

“Kalau untuk menampung semua pedagang yang di dalam dan luar jelas tidak mampu mas, setidaknya dengan penataan ulang pedagang, juga dengan memikirkan nasib pengelola parkir dengan lebih rapi, itu akan menunjang kesejahteraan mereka. Artinya nanti tidak ada lagi istilah pedagang liar atau pedagang resmi, sebab sejatinya semua harus terakomodasi,” imbuhnya.

Berdasarkan tekad Dewanti Rumpoko, pembangunan Pasar Besar Batu difokuskan agar menjadi lebih layak dan tidak membebankan para pedagang. Harapan tersebut tidak terlepas dari fakta jika Kota Batu adalah salah satu destinasi wisata terbesar di Jawa Timur.

“Kami dari dewan tetap akan mengawal dan saling sinergi dengan Pemerintah Kota. Tujuannya sama kok, mengembangkan Kota Batu dan mengupayakan yang terbaik bagi masyarakatnya,” tandasnya.

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad