Usut Dugaan Korupsi Rp 12 M, Kejari Periksa Pengurus Cabor KONI Kota Malang

Usut Dugaan Korupsi Rp 12 M, Kejari Periksa Pengurus Cabor KONI Kota Malang

Kasi Intel Kejari Kota Malang, Yusuf Hadiyanto. (Foto: istimewa-aremamedia.com)

MALANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang mengusut dugaan korupsi senilai Rp 12 miliar di KONI Kota Malang dengan memanggil beberapa pengurus cabang olahraga (Cabor). Mereka diminta keterangan oleh jaksa tentang dugaan korupsi tersebut.

Kasi Intel Kejari Kota Malang, Yusuf Hadiyanto kepada wartawan, Selasa (23/6/2020) mengakui pengusutan tersebut karena adanya laporan.

Yusuf menjelaskan berdasarkan laporan yang masuk ke Kejari, ada dugaan penyimpangan anggaran dana hibah Rp12 miliar. Selain itu uang saku dari Pemprov saat Porprov Jatim 2019.

Yusuf menambahkan laporan dana hibah dari APBD Kota Malang Rp12 miliar maupun uang saku Porprov 2019 dari Pemprov Jatim saat ini dalam penyelidikan pihak kejaksaan. “Masih dalam tahap pengumpulan data dan keterangan,” katanya.

Itu sebab beberapa pengurus Cabor dipanggil untuk dimintai keterangan untuk dicocokkan dengan data yang ada di Kejari. “Itu masih proses, belum selesai. Nanti kalau sudah jelas, kami beber semuanya,” janjinya.

Yusuf juga mengakui, beberapa pengurus Cabor sudah dipanggil dimintai keterangan. “Para pengurus Cabor lainnya yang belum dipanggil juga akan segera dipanggil” imbuhnya.

Meski begitu Yusuf menyebut tak semua Cabor dipanggil. Alasannya, karena disesuaikan dengan kondisi situasi wabah Covid-19.

Karena itu dia minta agar bersabar. “Sebab prosesnya masih panjang. Butuh waktu untuk menyelesaikan penyelidikan ini. Sehingga bisa ditemukan secara riil berapa kerugian yang dialami negara. Tunggu saja semuanya rampung hingga naik ke tahap penyidikan,” jelas Yusuf. (*)

Pewarta : Noordin Djihad