Universitas Negeri Malang, Cetak Lulusan Cerdas Dan Kompetitif

Universitas Negeri Malang, Cetak Lulusan Cerdas Dan Kompetitif

Sarjana terbaik UM menerima ucapan dari Rektor UM, Rofiuddin

AREMAMEDIA.COM – Universitas Negeri Malang (UM), mencetak sarjana yang cerdas dan kompetitif di zamannya. Kompetensi yang diterima selama kuliah merupakan modal awal dalam menghadapi tantangan zaman yang makin kompleks.
“Lulusan sekarang berbeda dengan zaman saya. Dalam era revolusi 4.0 sarjana dituntut memiliki kompetensi tertentu yang mampu menghadapi tantangan pada zamannya. Anak sekarang dituntut memenuhi 4 C, critical thinking, creative, komunikatif dan mampu berkolaborasi,” ujar Pembantu Rektor 3, Dr Mu’arifin MPd.
1.255 sarjana UM yang hari ini, Sabtu (8/2) diwisuda di Gedung Graha Cakrawala ini harus menguasai 4 hal tersebut. “Apalagi mas Mentri ada kecenderungan kuat pada vokasi. “Tentu saja ada penyesuan tapi ingat vokasi hanya satu aspek. Tidak semua dapat diarahkan ke vokasi,” terangnya.
Menurutnya, perguruan tinggi menghasilkan dua lulusan yang kuat dalam bidang akademik dan bidang professional. Prosional inilah yang dimaksud vokasi. Tetapi perguruan tinggi tidak hanya menyiapkan para ahli-ahli untuk mengembangkan ilmu . Dijelaskan professional vokasi adalah ilmu digunakan untuk terapan didalam bidang-bidang tertentu. “Namun perguruang tinggi juga menyiapkan tenaga keahlian lain dalam bidang akademik. Profesor-professor contohnya meneliti dalam pengembangan ilmu tetapi ada jg yang meneliti untuk diterapkan sebagai teknologi,” jelasnya..
Seperti diketahui, wisuda UM kali ini merupakan wisuda yang ke 101 dan berhasil meluluskan sekitar 133.379 sarjana . Dalam kesempatan itu lulusan dengan prestasi terbaik bidang non akademik tingkat universitas diraih Deni Ainur Rokhim Spd.. Deni dari S-1 Prodi Pendidikan Kimia.
Karya tulis, cowok kelahiran Sidoarjo ini sering keluar sebagai pemenang baik tingkat kabupaten, nasional maupun internasional. Bakan beberapa waktu lalu, karya tulisnya tentang alat pembelajaran kimia saat praktikum mendapat medali emas di Malaysia.
Lahir di Sidoarjo 17 September 1997 ini sebelum lulus ditawari mengajar di SMA Swasta di Sidoarjo. “Namun saya belum memberi keputusan, karena dekan saya menawari kuliah S-2. Mungkin saya memilih tawaran dari dekan,” ujarnya sambal tersenyum.
Sebagai anak Sidoarjo dengan kemampuan ilmunya, Deni melakukan penelitian tentang lumpur lapindo yang diubah menjadi tenaga listrik. Setelah diuji coba listrik yang dihasilkan mampu bertahan sampai lima hari. (sap)