UMM Jelajahi Gresik Untuk Kembangkan Program Kota Tanpa Kumuh

UMM Jelajahi Gresik Untuk Kembangkan Program Kota Tanpa Kumuh

Siswa SD di Gresik terlihat mengikuti lomba gambar Damar Kurung yang diadakan Prodi Ilmu Komunikasi UMM, (12-13/12/2018). (Foto: istimewa)

MALANG – Setelah sukses dengan project Jodipan yang melahirkan Kampung Warna-warni, UMM melalui program studi (prodi) Ilmu Komunikasi dengan peminatan public relation memperluas project-nya. Kali ini, Gresik dengan julukan Kota Pudak-nya, menjadi rujukan dalam destinasi kota yang akan dijadikan studi kasus dalam mata kuliah public relation praktikum 3, dengan membawa tema besar destination branding.

Menurut penjelasan salah satu anggota yang mengikuti project, Alissa Nailun Kamila, terdapat lima kelompok terpilih. Mereka ini terbagi dalam lima kelurahan di Gresik, yaitu Sukodono, Kroman, Pekelingan, Kemuteran, Kramatinggil. Di setiap kelurahan, lima kelompok tersebut dituntut untuk memberikan ide dan gagasannya soal branding. Lima kelurahan tersebut diambil karena berdasarkan survei dan penelitian, tempat-tempat tesebut memiliki permasalahan yang berbeda-beda. “Dari itu tercetuslah kerja sama UMM dan Pemkab Gresik yang menghasilkan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku),” jelasnya.

Untuk menyukseskan acara tersebut, kata Alissa, diadakan acara yang puncaknya diadakan pada 29 Desember nanti. Namun sebelumnya, acara pra-event juga beberapa kali digelar. Seperti lomba menggambar dan melukis damar kurung, yaitu lentera dengan bentuk khas Gresik. Acara tersebut dilaksanakan di Kampung Kemasan Rumah Teras Panjang pada tanggal 12-13 Desember kemarin.

Lomba tersebut diikuti 12 SD, masing-masing SD mengirimkan dua tim beranggotakan dua orang. Para peserta ternyata tidak hanya dari Gresik. Beberapa SD dari Surabaya dan Lamongan ikut lomba juga. “Mereka ini tak hanya mengikuti lomba, namun juga dibekali edukasi sejarah mengenai damar kurung. Seperti edukasi melalui film dan materi yang dibawakan langsung oleh pegiat damar kurung Gresik, Joko Iwan,” jelasnya.

Lanjut Alissa Nailun Kamila, program praktikum 3 public relation tersebut diberi nama ‘Discovery Gresik’. Dalam acara pra-event itu, ia menjelaskan maksud diadakannya lomba untuk anak-anak adalah agar mereka bebas berekspresi. “Karena melihat pesertanya adalah anak-anak, maka jangan dilihat gambar mereka bagus atau tidak, karena sebenarnya ciri khas damar kurung adalah gambarnya yang kekanak-kanakan,” jelasnya. (*)

Pewarta : Emil Meireza Sulaiman
Editor : Noordin Djihad