UM Galang dan Salurkan Donasi Gerakan Peduli Garda Terdepan Covid-19

UM Galang dan Salurkan Donasi Gerakan Peduli Garda Terdepan Covid-19

Peduli covid - 19, UM bagikan paket alat kesehatan bagi tenaga medis di RS Muhammadiyah Malang

MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) ikut andil melakukan penggalangan dana hingga penyaluran donasi membantu penanganan COVID-19 di Malang Raya.

Hanya dalam waktu lima hari mulai tanggal 28 Maret hingga 1 April, UM mampu mengumpulkan dana sebesr Rp 85.061.213.

Tidaknhanya penggalangan dana, UM yang terkenal dengan pengabdian kepada masyarakat ini langsung mendistribusikan alat kesehatan bagi tenaga medis juga makanan dan sembako unt masyarakat Malang Raya.

Untuk pendistribusian, UM bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Malang dan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, Aksi Cepat Tanggap (ACT), dan Malang Raya Peduli COVID-19.

Wakil Rektor IV, Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M. Pd menyampaikan penyebaran COVID-19 sangat berdampak pada elemen masyarakat. Hal ini tentunya menyebabkan pekerjaan masyarakat tidak optimal sehingga pendapatan tidak maksimal.

Oleh sebab itu, dengan adanya bantuan yang disalurkan dari tangan orang-orang baik akan meringankan beban kehidupan masyarakat khususnya di Malang Raya.

Sementara Koordinator Satgas Kewaspadaan COVID-19 UM Prof. Dr. Markus Diantoro, M. Si, menyampaikan, penggalangan dana yang dilakukan selama lima hari telah digunakan dalam pembelian makanan, paket sembako, APD, dan multivitamin. Kegiatan ini terdiri dari 2 sasaran yaitu Internal dan Eksternal.

Internal dikhususkan bagi mahasiswa yang berasal dari luar kota Malang yang masih berada di Malang dan di asrama, juga dosen dan tendik yang masih tetap bekerja di kantor.

Untuk eksternal adalah masyarakat terdampak dan tenaga medis. Pendistribusian akan berlangsung selama 30 hari ini ditujukan kepada tenaga medis dan beberapa masyarakat di Malang Raya.

Penggalangan dana akan selalu dilakukan hingga masyarakat Malang Raya terbebas dari COVID-19.

Seperti diketahui, tenaga medis selaku garda terdepan penanganan COVID-19 tengah bekerja keras untuk masyarakat Indonesia.

Sedang stok Alat Perlindungan Diri (APD) bagi tenaga medis yang hanya dapat digunakan satu kali pakai telah menipis.

Di sisi lain, asupan gizi dan kebutuhan harus selalu terpenuhi untuk menunjang aktivitas tenaga medis dalam melawan COVID-19. (Hms/sap)