Ubah Bangunan di Jalan Ijen Bakal Dipidana

Ubah Bangunan di Jalan Ijen Bakal Dipidana

Jalan Ijen yang sekarang terkenal dengan Boulevard Ijen merupakan cagar alam yang seharusnya bangunan sekitarnya dilindungi pemerintah. (Foto: SM Nunggal-aremamedia.com)

MALANG – Pemkot Malang tengah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur perlindungan bangunan sepanjang Jalan Ijen. Dengan Perda tersebut, warga yang mengubah bangunan asal akan dijatuhi sanksi.

Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji dengan nada prihatin mengatakan, saat ini bangunan heritage di Jalan Ijen hanya terkesan sampai Gereja Katedral Ijen. Padahal yang disebut Jalan Besar Ijen dan bangunanya termasuk cagar alam adalah mulai perempatan Jalan Kawi-Ijen Terusan sampai batas Jalan Bandung.

Rumah asli di Jalan Ijen yang dibangun masa penjajahan Belanda, berlantai satu dan berpagar rendah. (Foto: SM Nunggal-aremamedia.com)

Sutiaji menyampaikan hal itu di sela acara Forum Ekonomi Malang (FEM) yang bertema Tourism Malang Raya Now and Later, Selasa (16/10/2018). “Bisa jadi lama-lama heritage di Jalan Ijen tinggal museum dan Gereja (Katedral) Ijen. Padahal mestinya bangunan heritage sepanjang Jalan Ijen harus dilindungi,” katanya.

Tak berlebihan Sutiaji prihatin karena saat ini puluhan rumah di sepanjang Jalan Ijen, beberapa di antaranya diubah. Bangunan asli Belanda diubah sesuai arsitektur modern dan bertingkat. Padahal bangunan aslinya tidak ada yang bertingkat. Bahkan di sekitar Jalan Simpang Balapann beberapa bangun yangasalnya rumah tingngal berubah fungsi menjadi tempat usaha.(*)

Pewarta : SM Nunggal
Editor : Noordin Djihad