Tujuh Istilah Dalam Traveling, Ada Yang Belum Kamu ketahui?

Tujuh Istilah Dalam Traveling, Ada Yang Belum Kamu ketahui?

GAYA HIDUP: Traveling kini menjadi gaya hidup sebagian besar kaum milenial (sumber ilustrasi: 203challenges.com)

MALANG – Traveling, alias melakukan berpergian ke suatu tempat saat ini menjadi hobi baru yang banyak digemari kaum urban untuk melepas penat usai bekerja. seiring dengan berjalannya waktu, istilah-istilah dalam traveling pun berkembang lebih variatif. Dilansir dari piknikterus.com, berikut istilah traveling yang mungkin belum kamu ketahui:

1. Couchsurfing 

ilustrasi couchsurfing
(Sumber : strawberrytours)

Istilah umum ini menggambarkan sebuah kegiatan saat Anda menumpang di tempat teman, atau orang lain yang berbeda-beda dalam rentang waktu tertentu. Kegiatan yang cukup terkenal di Australia ini bertujuan mengenalkan dan mempertemukan Anda pada perbedaan budaya.

2. Staycation 

ilustrasi staycation
(Sumber : Tribunnews.com)

Jenis liburan ini tidak membutuhkan banyak biaya dan tenaga karena area yang dijelajahi hanya di sekitar rumah Anda. Kegiatan ini mulai populer saat Krisis Keuangan Global pada 2007-2010. Biasanya liburan semacam ini dimulai dari membongkar halaman belakang rumah Anda sendiri.

3. Flashpacker 

ilustrasi menginap dihotel mewah
(Sumber : Indolah.com)

Flashpacker dideskripsikan dengan istilah backpacking with flash/ with style, atau backpacking dengan gaya. kenapa disebut gaya? jika backpacking adalah perjalanan yang memprioritaskan anggaran seminim mungkin, maka flashpacking tidak demikian. Seorang flashpacker bisa saja mengeluarkan uang lebih demi mencapai tujuan pengalaman perjalanan yang diinginkan, tetapi tidak mau terlena kenikmatan fasilitas wisata ala turis.

melansir flashpackerindonesia, satu karakteristik utama paling menonjol yang membuat kaum flashpacker menyandang kata “Flash” (baca : gaya) adalah karena  prinsip untuk selalu memilih apa yang mereka inginkan ketika berpergian, tanpa perlu harus terjebak ke dalam aturan, gengsi, status, paham, penampilan atau identitas kelompok, sehingga anggaran seringkali bukan suatu hal yang terlalu diambil pusing. Berpergian dengan full service airlines, LCC (Low Cost Carrier), ferry, cruise ship, kapal laut, kereta api, bus, mobil, sepeda motor bahkan sepeda atau jalan kaki, semuanya bisa dipertimbangkan kalau diperlukan apabila memang sesuai dengan tujuan berpergian, pengalaman yang hendak didapatkan, ataupun cuma hanya diinginkan secara spontan. Tinggal di hotel berbintang, hostel, losmen atau malah camping, semuanya sah-sah saja kalau memang itu yang diinginkan atau memberikan pengalaman yang hendak dicari. Singkatnya, berpergian ala gue. Atau, traveling yang gue banget.