Tong Kompos Smart Karya Siswa SMPN 23 Malang Bantu Petani

Tong Kompos Smart Karya Siswa SMPN 23 Malang Bantu Petani

Para siswa sedang mempraktikman cara kerja Smart Digester. (Foto: Yosep Kellen-aremamedia.com)

MALANG – Para petani kini terbantu dengan penemuan siswa-siswi kelas IX SMPN 23 Malang. Berkat sebuah tong, mampu menghasilkan pupuk kompos secara singkat

Adalah Hilmi, Diva, Ferdy dan Niken siswa -siswi kelas XI.4 SMPN 23 Malang yang membuat tong kompos diberi nama Smart Digester.

Menurut Ferdy dan Niken saat ditemui kabaredu.com di ruang praktiknya, Smart Digester ini merupakan salah satu solusi untuk pengolahan pupuk kompos secara smart.

“Pengolahan pupuk kompos melalui Smart Digester lebih menghemat waktu, praktis dan efektif untuk para petani,” jelas Ferdy dan Niken yang meraih medali emas ajang International Young Inventor Award di Bali beberapa waktu lalu ini.

Cara pengolahan pupuk ini menurut mereka sangat mudah. “Cukup mencampurkan bahan pupuk kompos ke dalam tong yang telah diberi zat arang aktif untuk menghilangkan bau. Kemudian diberi dekomposer yang merupakan campuran dari limbah rumah tangga seperti nasi, air cucian beras dan daun-daun,” papar Ferdy.

Kelebihan smart digester, sambung Niken, adanya pengukur PH kompos yang terintegrasi dengan komputer.
‘PH yang baik dan layak untuk kompos adalah 7 dengan suhu sekitar 37 derajat celcius,” katanya.

Selain itu hasil yang diperoleh dari Smart Digister ini terdiri dari tiga jenis antara lain pupuk kompos sendiri, pupuk cair, dan biogas.

Pembina Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMPN 23 Malang, Ferry Ardianto, S.Pd, mengakui ara peserta didik sangat antusias dalam karyanya. Saya bangga terhadap mereka,” tutur pria asal Ponorogo ini.(*)

Pewarta: Yosep Kellen (MG-2)
Editor: Noordin Djihad