Tiga Terobosan BI Malang Layani Masyarakat Tukar Uang Jelang Lebaran

Tiga Terobosan BI Malang Layani Masyarakat Tukar Uang Jelang Lebaran

Kepala KPw BI Malang, Azka Subhan didampingi istri Wali Kota Malang saat melayani wawancara wartawan. (Foto: Noordin Djihad-aremamedia.com)

MALANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw BI) Malang membuat terobosan melayani masyarakat yang ingin menukar uang pecahan baru, Ahad (26/5/2019).

Terobosan pertama, layanan tidak lagi di ruang terbuka, namun dalam gedung. Pagi tadi penukaran berlangsung di Gedung Kartini, Jl Tangkuban Prahu, Malang.

“Kalau tahun lalu dilakukan di tempat terbuka, sekarang di sini (Gedung Kartini) dalam ruang AC agar lebih nyaman. Tidak seperti tahun lalu, sempat ada yang pingsan,” kata Kepala KPw Bank Indonesia Malang, Azka Subhan Aminurridho saat peluncuran mobil kas penukaran uang.

Terobosan kedua, sebelum penukaran masyarakat mendapat sosialisasi tentang deteksi uang yang diragukan keasliannya. Tidak hanya itu, masyarakat juga diedukasi perlakuan uang agar tidak rusak.

Masyarakat dikenalkan kembali dengan metode diraba dan diterawang. Sedangkan perlakuan uang agar tidak rusak dengan metode 5J, yakni jangan melipat, menstaples, menulisi, meremas dan membasahi.

Terobosan ketiga, masyarakat tidak bisa lagi menukar uang lebih dari satu kali karena penggunakan KTP Elektronik sebagai syarat mutlak.

“Dengan memindai KTP elektronik, para penukar (warga) tidak bisa membohongi petugas, karena tersimpan dalam program komputer,” jelas Azka.

Alasan teknis penukaran uang baru dengan scan KTP Elektronik ini, lanjut Azka, sebab penggunaan tinta pada 2018 lalu tidak sesuai harapan.

“Tinta yang dicelupkan cepat hilang, sehingga warga bisa menukarkan uang baru lebih dari satu kali. Melalui pemindaian KTP Elektronik sangat kecil kemungkinan warga bisa menukar kedua kalinya,” ujarnya.

Pelayanan penukaran dimulai 26 Mei-2 Juni 2019 pada titik-titik strategis dengan menggunakan 13 mobil kas keliling. Ketigabelas mobil kas itu terdiri dari satu mobil milik Bank Indonesia dan 12 mobil lain milik bank umum.

Untuk tahun 2019 ini, sambungnya, KPw BI Malang menyiapkan Rp4,7 triliun. Terjadi peningkatan hampir Rp1 triliun dibanding tahun 2018. Saat itu BI menyiapkan Rp3,9 triliun.

Uang pecahan sebesar Rp4,7 triliun ini tersebar di 72 titik bank umum dan 49 gerai BPR di wilayah kerja BI Malang meliputi Kota dan Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota dan Kabupaten Pasuruan serta Kota dan Kabupaten Probolinggo.

Sesuai ketentuan para penukar uang baru pecahan kecil itu hanya mendapat kesempatan menukarkan satu paket. Penukaran gratis tanpa dipungut biaya dengan hanya membawa bukti kartu identitas diri berupa KTP-e

Satu paket senilai Rp3,7 juta yang terdiri dari pecahan Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000 dan Rp20.000 masing-masing satu bandel berisi 100 lembar. Satu orang dengan identitasnya hanya berlaku satu kali penukaran. (*)

Pewarta : Noordin Djihad
Editor : SM Nunggal