Tiga Resep Orang Tua Hadapi Anak ‘Gila’ Gawai

Tiga Resep Orang Tua Hadapi Anak ‘Gila’ Gawai

ilustrasi anak bermain handphone (sumber foto : disk.mediaindonesia.com)

JAKARTA – Bukan hal baru lagi bila remaja mempunyai akun di sosial media. Satu anak bisa memiliki Instagram, Facebook, WhatsAap, Line, Twitter hingga media sosial lainnya.

Hampir tiap detik mereka aktif di media sosial. Waktu pun habis untuk memelototi gawai sehingga bersosialisasi dengan anggota keluarga, teman jadi berkurang.

Sebagian besar mereka memanfaatkan media sosial untuk keluh kesah atau sekadar hura-hura. Menyebar informasi yang belum tentu kebenarannya. Yang lebih miris, ada beberapa remaja berani membuat grup dengan saling sebarkan video tidak sopan.

Belum lagi kata-kata kotor dan bahasa kurang bijak dilontarkan. Ada juga yang mengunggah gambar dirinya saat bermesraan dengan pacar.

Tapi inilah kenyataan terjadi. Apakah semua orangtua mengetahui?

Seperti yang dilansir kompas.com, Budiyanti Anggit, pengajar di SMPN 2 Banyubiru Ambawara, Jawa Tengah, melalui forum Sahabat Keluarga Kemendikbud mengajak peran orang tua dikembalikan untuk mengantarkan generasi muda menjadi lebih baik.

Budiyanti membagikan tiga tips yang orang tua bisa lakukan untuk membantu remaja menggunakan media sosial secara bijak:

1. Ubah keluh kesah dengan tulisan. Bisa dengan puisi, cerita atau reportase. Kita sebagai orang tua tentunya juga memberi contoh. Suatu saat akan bisa diambil manfaatnya, bisa berupa buku. Keren bukan. Insyaallah anak akan tertarik. Jangan lupa berteman dengan anak di media sosial agar bisa terus memantau.

2. Membuat grup bermanfaat. Misalnya grup keluarga yang hanya boleh kirim berita keluarga dan tulisan pribadi. Beri komentar atau masukan yang membangun. Lebih baik beri hadiah kecil, misalnya es krim.
Larang kirim foto atau tulisan yang bukan dari diri sendiri alias tidak boleh copas. Kalau ketahuan beri hukuman. Ikutkan anak-anak ke grup menulis atau grup-grup lain yang inspiratif dan bermanfaat. Segera sarankan keluar dari grup jika anak ketahuan ikut grup yang kurang baik

3. Selalu memantau. Caranya selalu berteman dengan anak di media sosial dan jangan pernah lepas memantaunya. Ini harus diterapkan agar tak ada rahasia lagi antara anak dan orang tua. Kalau anak tidak mau, berarti ada hal yang dirahasiakan. Tanamkan bahwa hal ini demi kebaikan bersama.

Menurut Budiyanti, orang tua tidak bisa melarang remaja menggunakan media sosial. Yang perlu kita lakukan adalah mengarahkannya ke hal-hal positif dan bermanfaat di media sosial.

Penggunaan medsos bijak akan dapat membawa remaja menjadi berkarakter, berakhlak mulia, dan berbudi pekerti baik. Bahkan bukan tidak mungkin akan mengantar anak ke pintu kesuksesan. (*)

Pewarta : Noordin Djihad
Seumber : www.kompas.com