Tekan Angka Pengguna Narkotika, BNN Kota Malang Gelar Pelatihan Penggiat Anti Narkoba

Tekan Angka Pengguna Narkotika, BNN Kota Malang Gelar Pelatihan Penggiat Anti Narkoba

Suasana sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba yang digelar BNN Kota Malang (S Mukti Nunggal / aremamedia.com)

MALANG – Untuk menekan dan mengurangi penggunaan narkotika, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang melibatkan masyarakat. Lewat pelatihan penggiat anti narkoba diharapkan masyaakat lebih mengenal bahayanya narkotika.

“Minimal untuk dirinya sendiri. Kalau mereka sudah terpapar dia memiliki ketahanan untuk menolak menggunakan atau mengkonsumsi narkoba,” ujar Kompol Badriyah SH.

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BBN Kota Malang ini mengatakan, setelah mengikuti pelatihan, peserta yang terdiri dari pimpinan daerah Aisyiah, pemuda Muhammadiyah,  Nasyiahtul Aisyiyah tim Penggerak PKK, dan Gesank sudah mampu menjadi konselor di lingkungannya.

Selain mengenal berbagai jenis narkoba dan obat-obatan terlarang, materi pelatihan selama dua hari (24-25 April 2018) ini juga tentang strategi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk mengenal tanda-tanda pengguna narkoba sekaligus pencegahannya yang disampaikan Daisy Prawitasari Poegoeh psikolog dari RSJ Radjiman Wediodiningrat, Lawang.

Perempuan yang akrab disapa Dyah ini menerangkan, kasus narkoba di wilayah Malang dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Tahun 2015 Polres Kota Malang bekerjasama dengan BNN Kota Malang berhasil mengungkap 162 kasus narkoba. Tahun 2016 dan 2017 masing – masaing 180 kasus dan 243 kasus.

Jumlah pengedar yang berhasil ditangkap Tahun 2015 sebanyak 68 orang, sedangkan pada  tahun 2016 sebanyak 97 orang dan tahun 2017 naik menjadi  138 orang. Sejalan, angka pengguna narkoba pun mengalami tren kenaikan dari 169 orang di tahun 2015, naik menjadi 170 orang di 2016 dan 243 orang pada 2017.

“Yang terungkap ini hanya di permukaan. Sedangkan yang tidak terungkap cukup besar. Ibaratnya kejahatan narkoba itu seperti gunung es yang paling bawah jumlahnya sangat banyak. Karena itu, kepedulian masyarakat
sangat dibutuhkan,” ujar Dyah.(*)

 

 

Pewarta: S Mukti Nunggal

Editor: Shuvia Rahma