Teh Celup Rekayasa Mahasiswi IBU Cegah Sakit Jantung dan Kolesterol

Teh Celup Rekayasa Mahasiswi IBU Cegah Sakit Jantung dan Kolesterol

Ketiga mahasiswa IBU dan dosen pembimbing yang sukses meramu minuman pencegah jantung dan kolesterol. (Istimewa-aremamedia.com)

MALANG – Mungkin tak ada yang menyangka daun kedondong ternyata bisa mencegah penyakit jantung dan kolesterol. Berkat tiga mahasiswi IKIP Budi Utomo (IBU) Malang daun tersebut terbukti khasiatnya.

Adalah Dewi Khoiriyah, Kurnia Ismawati serta Juliana Riskawati, mahasiswi Prodi Bahasa Indonesia IBU. Dibimbing Anita Kurnia Rachman MPd, ketiganya berhasil meramu teh daun kedondong untuk mencegah sakit jantung dan kolesterol.

“Temuannya menurut saya sangat bagus karena memberikan manfaat. Saya sarankan mereka ikut program kreativitas mahasiswa jenis kewirausahaan (PKM-K) agar dapat dana dari Kemenristekdikti sekaligus bisa mengenalkan produknya ke masyarakat luas. Jika lolos tahap selanjutnya bisa maju ke PIMNAS,” kata Anita Kurnia Rachman, Jumat (24/5/2019).

Anita mengatakan, minuman berupa teh celup ini murni herbal karena dari bahan alami, daun kedondong yang dipanen langsung dari petani.

“Itu mengandung flavonoid, saponin, tanin dan alkanoid. Khasiatnya bisa mengobati penyakit jantung dan kolesterol,” jelasnya.

Ditambahkan Dewi Khoiriyah yang didapuk sebagai Ketua Tim, hasil minuman olahannya itu sudah diikutkan PIMNAS.

“Proposal kami kirim melalui Simbelmawa Desember 2018. Pada 20 Maret kami dapat pengunguman bila proposal yang kami kirimkan diterima,” jelasnya.

Dewi lantas menceritakan, mereka bertiga terinspirasi dengan banyaknya masyarakat berbagai usia yang menderita penyakit jantung.

Mereka lantas mencari referensi terkait bahan alami yang bisa mengobati penyakit jantung. Alhasil mereka menemukan daun kedondong mengandung zat seperti flavonoid, saponin, tanin dan alkanoid. Dari bahan tersebut dibuatlah teh celup.

“Setelah kami yakin khasiatnya, baru kami ajukan ikut PIMNAS lewat Kemenristekdikti,” katanya.

Pengakuan proposal tersebut ternyata diterima sehingga mereka mendapatkan dana hibah dari Kemenristekdikti.

“Kami sudah melakukan uji laboratorium di Dinkes Kota Malang untuk uji kelayakan. Semoga berhasil sehingga bisa membantu masyarakat yang menderita penyakit jantung dan kolesterol,” harap Dewi mewakili kedua temannya.(*)

Pewarta : SM Nunggal
Editor : Noordin Djihad