Tak Ikut Hadir Saat Sidak Bersama Anggota DPRD, Ketua LSM Alab-alab: Copot saja Kasatpol PP!

Tak Ikut Hadir Saat Sidak Bersama Anggota DPRD, Ketua LSM Alab-alab: Copot saja Kasatpol PP!

Ketua LSM Alab-alab Kota Batu, Gaib Sampoerna. (Foto: Agus Susanto-aremamedia.com)

BATU – Sorotan terhadap Satpol PP kembali terjadi. Kali ini datang dari Ketua LSM Alab-alab Kota Batu, Gaib Sampoerna. “Wali Kota Batu harus mencopot Kasatpol PP, Robiq Yunianto,” tukas Gaib, Selasa (19/2/2019).

Pernyataan keras Gaib ini menyusul ketidakhadiran unsur Satpol PP saat sidak yang dilakukan Komisi A dan C DPRD Kota Batu, Senin (18/2/2019), kemarin. Mereka Sidak ke Sambal Apel, Guest House Lovina dan Delilo yang tidak memiliki izin usaha.

Saat Sidak tersebut, para wakil rakyat didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP ), Bambang Kuncoro, serta Kabid Lalin Dishub, Hariadi. (Baca juga: Tidak Hadir Sidak, DPRD Kota Batu Soroti Satpol PP)

Menurut Gaib, Satpol PP Kota Batu lemah sebagai lembaga penegak Perda. “Buktinya SA sudah beroperasi selama tiga tahun namun baru-baru ini terbongkar tidak memiliki izin,” ujarnya.

Artinya, lanjut Gaib, dinas yang terkait termasuk OPD penegak Perda patut dicurigai. “Ada apa di balik lemahnya para penegak Perda di Kota Batu tersebut?” tanya Gaib.

Gaib beralasan usulan pencopotan Kasatpol PP demi kewibawaan Pemerintah Kota Batu sehingga tidak dipandang sebelah mata oleh para investor.

Selain tentang pencopotan Kasatpol PP, Gaib juga mengusulkan kalangan DPRD dan dinas terkait untuk Sidak di tempat usaha lain yang ditengarai tidak memenuhi prosedur perizinan.

“Agar tidak timbul fitnah, karena dianggap tebang pilih dan terindikasi hanya mencari sensasi belaka,” sindir Gaib.

Sementara itu, Kepala Bidang ( Kabid ) Penegak Perda Kota Batu, Faris Fasarela Saputra, membantah Satpol PP lemah sebagai institusi penegak Perda.

Menurut dia, ketidakhadiran Satpol PP saat Sidak di SA karena suratnya belum sampai ke Satpol PP. “Termasuk belum sampai di meja saya,” dalih Faris.

Namun Faris mengaku baru dapat pemberitahuan via WA dari Kasatpol PP, sekitar Pukul 12 ,00 Wib, yang notabene pelaksanaan Sidaknya hampir selesai.

“Jadi kalau kita pergi tanpa surat tugas, kan salah. Namun langkah berikutnya, Satpol PP sudah memberikan surat peringatan yang pertama,untuk Sambal Apel,” ujarnya.

Kemudian, sambungnya, ditunggu kelanjutannya sampai tujuh hari. Jika tidak ada kejelasannya, maka muncul surat peringatan yang kedua ,dan ketiga.

“Kalau masih belum ada kejelasan, saya kordinasikan dengan pihak yang terkait dan kita tutup sementara,sampai izin-zinnya dipenuhi,” terang Faris.(*)

Pewarta : Agus Susanto
Editor : Noordin Djihad