Sutiaji Raih Walikota Enterpreneur Award 2019 Kategori Pendidikan

Sutiaji Raih Walikota Enterpreneur Award 2019 Kategori Pendidikan

Kadindik Kota Malang, Zubaida, mewakili Wali Kota Malang, menerima penghargaan di Jakarta, Rabu (4/12/2019). (Foto: istimewa-aremamedia.com)

JAKARTA – Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji, mendapat Walikota Enterpreneur Award 2019 Kategori Pendidikan, Rabu (4/12/2019) di Jakarta. Anugerah itu diberikan di acara Regional Leader Enterpreuner Award 2019.

Hermawan Kertajaya selaku founder dan chairman Mark Plus Inc, mengungkapkan penilaian dilakukan Tim Kemendagri digabung dengan kriteria nilai-nilai enterpreuner yang dikembangkan oleh Mark Plus.

“Sejalan dengan tema yang diangkat yakni Rediscovering Growth, Finding the Momentum, Wali Kota Malang Pak Sutiaji kami nilai memiliki kemampuan dalam membaca momentum dan merumuskan dalam satu kebijakan strategis yakni melalui pendidikan karakter. Selain itu beliau menggarap generasi muda potensial lewat ekonomi kreatif yang juga disasarkan pada dunia pendidikan,” jelas Hermawan.

Momentum yang dinilai tepat dan strategis, menurutnya adalah visi SDM unggul. “Itu adalah keniscayaan disaat Indonesia sudah tidak bisa hanya bertumpu serta mengandalkan sumber daya alam, maka Kepala Daerah yang “berani” berfokus pada bidang SDM unggul patut mendapat apresiasi tersendiri,” tegasnya.

Sutiaji yang tidak dapat hadir secara pribadi (langsung) dan diwakilkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah, menyampaikan apresiasi atas pemberian penghargaan tersebut. “Ini tentu jadi motivasi sekaligus peneguh langkah untuk kita (kota Malang) makin menguatkan pembangunan SDM di berbagai sektor. Pendidikan harus mampu menyasar ruang-ruang publik yang ada. Tak hanya terbatas pada ruang kelas, namun lingkungan berhimpunnya banyak orang pun seperti pasar, kita dapat mentransformasikan semangat pendidikan,” ujar Sutiaji.

Salah satu inovasi pendidikan tak berbatas ruang kelas yang dikembangkan kota Malang adalah inovasi ‘Sepasar Pedas’ (Sekolah Pasar Pedagang Cerdas). Sekolah bagi para pedagang itu rutin pertemuan empat kali dalam sebulan.

Materinya soal kesehatan dan keamanan pangan, tertib ukur timbangan, stabilitas harga dan perbankan. “Lulusannya diberikan sertifikat. Dan yang membanggakan “Sepasar Pedas” mendapatkan penghargaan top 25 kompetisi pelayanan publik tingkat Jawa Timur, Selasa (3/12 /2019),” tuturnya.(*)

Pewarta: Noordin Djihad
Sumber: Rilis Humas