Sutiaji-Edi Apresiasi Festival MalangSae non-APBD

Sutiaji-Edi Apresiasi Festival MalangSae non-APBD

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji mengapresiasi rencana kegiatan Festival MalangSae di Hotel Savana Jumat (21/12018), malam. (Foto: istimewa)

MALANG – Festival MalangSae, yang segera digelar Komunitas Eks Relawan Malangsae, disambut hangat Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji Wakil Wali Kota Malang Ir H Sofyan Edi Jarwoko.

Dua pimpinan Kota Malang ini, Jumat (21/12/2018) malam, hadir di acara Gala Dinner Festival Malangsae, di Hotel Savana Malang. Mereka berdua mendengarkan secara langsung pemaparan rencana kegiatan tersebut.

Sutiaji dalam arahanya menyampaikan, dirinya bersama Sofyan Edi Jarwoko, menyampaikan terima kasih kepada eks relawan SAE, yang punya gagasan untuk menggelar festival yang diistilahkan dengan 4 B.

“Ini ide bagus untuk ikut serta membangun Kota Malang yang tidak menggunakan APBD. Kami berdua Sutiaji-Edi menyampaikan banyak terima kasiih,” tuturnya.

Terlebih, lanjut Sutiaji, pihaknya saat ini sedang melakukan penataan, baik di birokrasi maupun rencana pembangunan infrastrur, untuk lima tahun kedepan.

“Karena itu upaya yang dilakukan eks tim SAE ini, sangat membantu pelaksanaan pembangunan di Kota Malang. Apalagi salah satu festival nanti adalah festival banjir,” kata Sutiaji lagi.

Festival ini menurut Sutiaji, unik, tapi memiliki makna yang sangat strategis untuk menangani problem banjir di Malang. “Ini salah satu upaya konkret ikut membangun Kota Malang,” akunya.

Sementara itu salah satu penggagas acara ini, Nur Wahyudi, menyampaikan pihaknya ingin berbuat riil. “Sekaligus ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa eks tim sukses itu tidak selalu menyusahkan yang disukseskan. Tetapi memiliki peran penting dalam pembangunan Kota Malang.

Ia menjelaskan kegiatan yang lebih dikenal dengan 4B ini sesuai dengan identitas masyarakat Kota Malang. “Slogan 4B ini yakni band, balap, balbalan (sepakbola). Satu lagi, banjir. Ini sebagai upaya mencari solusi,” terangnya.

Festival ini, lanjut Nur Wahyudi dilaksanakan untuk memperingati hari jadi ke-105 Kota Malang. “Masih banyak kegiatan yang akan dilakukan dalam skala besar dan melibatkan seluruh pengusaha di Kota Malang,” tuturnya.

Nur Wahyudi menegaskan, gelaran festival ini non-APBD. “Termasuk membuat sumur resapan di seluruh RT dan RW, dilakukan secara mandiri dan mendapat dukungant para pengusaha,” tutupnya. (*)

Pewarta : SM Nunggal
Editor : Noordin Djihad