Sutiaji : Alhamdulillah PDAM bukan lagi Perusahaan Daerah Air Mandi

Sutiaji : Alhamdulillah PDAM bukan lagi Perusahaan Daerah Air Mandi

Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji, ikut menunjukkan air siap minum produksi PDAM Kota Malang saat peresmian TCC, Kamis (13/12/2018). (Foto: Noordin Djihad-aremamedia.com)

MALANG – Muncul ungkapan menggelitik dari Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji ketika hadir di HUT ke-44 PDAM Kota Malang, Kamis (13/12/2018).

Sutiaji mengaku bersyukur air yang dihasilkan PDAM saat ini sudah bisa langsung diminum. “Jadi sekarang kepanjangan PDAM benar-benar Perusahaan Daerah Air Minum. Kalau sebelumnya kan Perusahaan Daerah Air Mandi,” seloroh Sutiaji untuk menunjukkan dulu air dari PDAM hanya bisa untuk membersihkan badan.

Kehadiran Sutiaji ini sekaligus meresmikan TWUIN Command Center (TCC) PDAM Kota Malang. TWUIN sendiri merupakan kepanjangan dari Total Water Utility Integrated Network (TWUIN). Dengan kata lain sistem teknologi informasi yang ter-integrasi.

Sistem ini, kata Sutiaji, untuk mempercepat informasi di pelayanan dalam mengatasi masalah. “Program digitalisasi di PDAM ini akan diterapkan di lingkungan Pemkot Malang,” katanya.

Meski PDAM sebenarnya anak dari Pemkot Malang, lanjut Sutiaji, pihaknya tidak malu untuk belajar banyak. “Seperti pepatah Jawa kebo nusu gudel. Nggak apa-apa,” akunya.

Lebih lanjut Sutiaji berharap dengan hadirnya TCC ini, muncul unit usaha baru lainnya sebagai inovasi baru dari PDAM Kota Malang. “Tujuannya tentu saja untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat,” harap pria yang hobi badminton ini.

Plt Dirut PDAM Kota Malang, Anita Sari SH, MH, sedang memberi arahan kepada staf yang bertugas di TCC, Kamis (13/12/2018). (Foto: Noordin Djihad-aremamedia.com)

Sementara Plt Direktur Utama PDAM Kota Malang, Anita Sari SH, MH, menambahkan, TCC ini terintegrasi empat) modul utama.

Pertama, kata Anita, Water Utility Integrated Network (WUIN) yang terdiri atas manajemen aset, modul analisis monitoring SPAM, sistem kendali jarak jauh (Tandon Air, Rumah Pompa, dan District Meter Area).

Kedua, lanjutnya, Customer Information System (CIS) yang terdiri atas sistem pembayaran, pencatatan pemakaian meter pelanggan, dan sistem kerja order untuk menangani keluhan pelanggan.

“Yang ketiga, Utility Administration System (UAS). Ini terdiri atas eOFFICE, e-Finance, e-Inventory, Manajemen Lembur, HRD, LPSE, dan e-RAB,” ujarnya.

Terakhir, sambung Anita, Geographical Information System (GIS) yang memetakan wilayah pelayanan PDAM Kota Malang, titik lokasi pelanggan, dan aset-aset SPAM.

Masyarakat yang ingin mengadu tentang apa sajs bisa langsung menghubungi nomor pengaduan di 0341-715103 (*)

Pewarta : Noordin Djihad
Editor : SM Nunggal