Stok Beras Kota Batu Menipis, Dinas Ketahanan Pangan Gulirkan Solusi

Stok Beras Kota Batu Menipis, Dinas Ketahanan Pangan Gulirkan Solusi

Sejumlah orang mengangkut jerami setelah panen di Dusun Junwatu, Desa Junrejo Kota Batu. (Foto: Istimewa-aremamedia.com)

BATU – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Batu, Wiwik Nuryati, menyatakan, stok beras di kota dingin tersebut menipis. Pasalnya, dengan jumlah 215 ribu penduduk, angka kebutuhan pangan per-tahun mencapai angka 19.674 ton. Sementara, lahan produksi hanya 226 hektare sawah di Kecamatan Junrejo saja.

Lebih lanjut, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menyarankan kepada Dinas Ketahanan Pangan untuk melakukan perdagangan antardaerah sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan di Kota Batu. Selain itu, perluasan lahan produksi padi akan dilakukan peningkatan lahan.

“Kami sendiri juga berharap Pemkot Batu bisa memperluas sawah yang memproduksi beras dengan memperhitungkan pembatasan pembangunan pariwisata buatan,” ujar Wiwik kepada awak media, Selasa (8/10/2019)

Beberapa waktu lalu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam rapat koordinasi Nasional barang kebutuhan pokok menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Kota Batu meminta agar Pemda bekerja sama dengan Pemerintah Pusat. Kerja sama itu untuk memenuhi kebutuhan pangan.

“Kemendag diberi mandat untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok dengan target 3,5 persen inflasi. Sementara, pemerintah daerah sangat berkepentingan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di daerah masing-masing terkait dengan keterjangkauan harga, dan ketersediaan pangan masyarakat, serta kondusifnya iklim usaha bagi pelaku usaha pangan daerah. Artinya sinergitas harus terjalin,” imbuhnya.

Sementara itu, meski belum mengetahui angka pastinya, Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Agung Pramono tidak menampik bahwa lahan persawahan di Kota Batu menyusut. Hal tersebut, terlihat dari banyaknya lahan persawahan yang beralih fungsi menjadi wisata buatan. Selain itu sebagian besar petani memilih menanam sayur dibandingkan padi.

“Meski datanya saya belum tahu, dilihat secara kasat mata juga sudah terlihat jika lahan pertanian menyusut,” tandas Agung.(*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad