Sri Untari Pantau Kesiapan PSBB di Kota Batu

Sri Untari Pantau Kesiapan PSBB di Kota Batu

Caption:
Sri Untari bersama Wali Kota Batu dan jajarannya. (Foto: istimewa)

MALANG – Anggota Komisi E DPRD Jatim, Dr. Sri Untari MAP,  memantau kesiapan pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) Malang Raya di wilayah Batu, Jumat (15/4/2020).

Di Balaikota Among Tani, Sri Untari, ditemui Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko yang didampingi beberapa pejabat. Selanjutnya ia mendapat paparan dari Wali Kota Batu tentang persiapan Kota Batu dalam pelaksanaan PSBB Malang Raya.

“Kami melihat Kota Batu sudah siap menjalankan PSBB. Bahkan secara teknik telah dilakukan secara detail, sehingga pada saat pelaksanaan PSBB, tidak ada persoalan,” yakin Sri Untari.

Untari  yang juga Ketua Fraksi PDI Perjunagan DPRD Jawa Timur itu juga memuji antisipasi dampak sosial pandemi Covid 19, yang dilakukan oleh Pemkot Batu. “Semuanya sudah didata dengan matang, dan sudah didistribusikan,” pujinya.

Bantuan sosial dampak Covid 19, Kota Batu nilainya Rp1 juta selama tiga bulan dan sudah didistribusikan kepada masyarakat. Makanya dia percaya PSBB di Kota Batu ini PSBB bisa berjalan sesuai dengan rencana.

“Secara umum yang disampaikan Bu Dewanti Wali Kota Batu, terinci dengan baik, bahkan sudah didistribusikan bantuan sosial dampak Covid 19,”tambahnya.

Ia berharap, proses PSBB itu, bisa dijalankan dengan maksimal, dan didukung oleh semua pihak karena sudah menjadi keputusan gubernur dan mendapat pengesahan Kementerian Kesehatan. “Saya berharap tidak perlu ada perpanjangan masa PSBB hanyà menambah keresahanan masyarakat saja. Makanya cukup sekali saja,” tandasnya.

Sebenarnya, menurut Sri Untari ada poin-poin penting dalam pencegahan Covid 19 ini, yakni phsycal distancing dan sosial distancing harus dilaksanakan. “Selain itu membiasakan hidup sehat dan hidup bersih, selalu cuci tangan, tidak keluar rumah kalau tidak perlu, dan kalau terpaksa harus menggunakan masker. Jika ini sudah dilakukan masyarakat akan sehat dan terhindar dari virus Covid 19,” tuturnya.

Selain itu, menurut dia persoalan yang paling mendasar adalah dampak sosial dan ekonomi. “Jadi harus dipikirkan bagaimana masyarakat tetap bisa makan. Dan jangan sampai mereka dibuat panik. Kalau mereka panik imun tubuhnya menjadi lemah dan gampang sakit,”jelas Sri Untari.

Sementara itu, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menyebut Perwali PSBB  sudah selesai dan Kota Batu siap menjalankan PSBB bersama Kota Malang dan Kabupaten Malang. Dia juga mengingatkan warga harus patuh terhadap protokol pencegahan penularan virus corona, seperti tidak berkerumun, menjaga jarak, serta mengenakan masker saat keluar rumah.
“Penerapan protokol kesehatan akan diperketat lagi, agar penularan Covid 19 ini bisa segera dicegah,” tuturnya seraya berharap agar masyarakat disiplin berada di dalam rumah dan hanya keluar dalam kondisi yang amat penting saja.(*)

Pewarta : Noordin Djihad