Sistem Zonasi PPDB Sisakan Pekerjaan Rumah Banyak Pihak

Sistem Zonasi PPDB Sisakan Pekerjaan Rumah Banyak Pihak

Suasana PPDB di SMP Negeri 1 Malang dibanjiri calon siswa yang mendaftar. (Foto: Doi Nuri-aremamedia.com)

MALANG – Wali Kota Malang Drs H Sutiaji lakukan evaluasi bersama Komisi D DPRD, Dinas Pendidikan hingga lembaga pendidikan di Kota Malang.

Evaluasi ini menyusul pengaduan masyarakat kepada wakil rakyat beberapa waktu lalu. Mereka kecewa dengan sistem zonasi saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Yang paling banyak dikecewakan antara lain wilayah zonasi yang wilayahnya banyak populasi dan sedikit populasi. Juga ketidakakuratan jarak zonasi antara rumah peserta didik hingga sekolah.

Misalnya wilayah Kelurahan Gadang yang mendapat zonasi di SMPN 12, 15, dan 17. Kemudian Kelurahan Polehan yang mendapat zonasi di SMPN 2, 9 dan 19 menjadi acuan wali kota beserta pihak terkait perlu melakukan tindakan.

“Awalnya karena dirasa sudah siap, sistem PPDB zonasi diterapkan. Faktanya banyak kendala. Kami segera layangkan surat ke pemerintah pusat khususnya Kemendikbud untuk menemukan solusi ini,” ungkap Sutiaji.

Dirinya menambahkan, “Kuota sekitar 14.800 lebih, untuk jenjang menengah pertama negeri dan swasta. Lantas untuk sekolah negeri (SMP dan MTs negeri), kuota yang ditetapkan adalah 6.565. Sampai hari ini, yang mendaftar di SMP negeri mencapai sembilan ribu lebih. Berarti ada sekitar 2.700 calon siswa yang tereliminasi,” imbuhnya.

Mendatang, Sutiaji segera melakukan audiensi dengan seluruh lembaga dan yayasan pendidikan swasta di Kota Malang. Berkaitan dengan masalah pembiayaan dan lain sebagainya, ia mengupayakan mencarikan jalan tengah pada poin tersebut.

“Kami masih terus kumpulkan informasi. Sebab ini peraturan pemerintah pusat, maka kami harus hati-hati dalam mengambil jalan tengah,” tegas Sutiaji.(*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad