Sisi Lain Ahmad Bustomi S.Pd Selain sebagai Pesepak Bola Nasional

Sisi Lain Ahmad Bustomi S.Pd Selain sebagai Pesepak Bola Nasional

Pesepak bola Nasional, Ahmad Bustomi menorehkan tanda tangannya di kaos yang akan diberikan kepada Rektor IBU sebagai kenang-kenangan. (Foto: SM Nunggal-aremamedia.com)

MALANG – Meski belum ada gambaran mau bergabung pada instansi atau perusahaan seusai menerima ijazah kesarjanannya, Ahmad Bustomi, S.Pd merasa lega.

Usai menyelesaikan sarjananya di Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) pada Fakultas Ilmu Eksakta dan Keolahragaan IKIP Budi Utomo (IBU) selama sembilan semester, Ahmad Bustomi, Selasa (12/2/2019) baru bisa mengambil ijazahnya.

“Alhamdulillah baru hari ini saya bisa mengambil ijazah,” ujar Bustomi alias Cimot yang kini memperkuat PS Mitra Kukar ini.(baca juga:Pesepak Bola Bustomi dan Arif Suyono Sandang Sarjana Pendidikan dari IKIP Budi Utomo )

Diakui pria kelahiran Jombang ini, tidak selamanya menekuni sepak bola. “Sementara ini memang masih konsentrasi di dunia bola. Setelah lulus sarjana, baru memikir lainnya,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Bustomi, tahun lalu dirinya ikut wisuda. Karena kesibukannya di PS Mitra Kukar, sehingga baru sekarang bisa mengambil ijazah.

Rektor IBU dan Bustomi menunjukkan souvenir kaos no punggung 19. (Foto: SM Nunggal-aremamedia.com)

Yang mungkin tidak banyak orang tahu, selain menjadi pesepak bolan sambil menyelesaikan gelar sarjana, Bustomi memiliki bisnis keluarga.

Sejak 2012 lalu dia menekuni bisnis garmen, kos-kosan maupun property. “Untuk persiapan masa depan setelah saya tidak merumput lagi,” terangnya.

Bisnis garmennya yang berpatner dengan temannya, sempat vakum meski omsetnya cukup besar. “Lumayanlah. Hanya karena tidak ada yang mengelola sehingga sementara vakum,” terangnya.

Sementara bisnis kos-kosan yang ditangani orang tua dan istrinya, makin berkembang. Tanpa menyebut nilai omset, Bustomi mengaku bisnis kos-kosan sangat menjanjikan. “Dari tahun ke tahun prospeknya cukup bagus,” katanya tersenyum.(*)

 

Pewarta : SM Nunggal
Editor : Noordin Djihad