Singo Edan Pesta Gol Atas Elang Jawa

Singo Edan Pesta Gol Atas Elang Jawa

Makan Konate merayakan gol pertama Arema Fc melalui titik putih. (Foto: Tanzil Furqon-aremamedia.com)

KAB. MALANG – Setelah tampil buruk pada beberapa pertandingan, Arema Fc tampil trengginas di hadapan 17.409 Aremania. Singo Edan berhasil menggilas tim tamu Elang Jawa PSS Sleman dengan skor meyakinkan 4–0 pada pekan ke-20 Shopee Liga 1 2019, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang Selasa (24/9/2019) sore.

Unggul terlebih dahulu pada menit ke-26 lewat tendangan pinalti Makan Konate, Singo Edan tidak butuh waktu lama untuk menggandakan kedudukan. Tendangan sudut akurat oleh Konate, disambut sundulan Hamka Hamzah mampu ditepis oleh penjaga gawang PSS Sleman Ega Rizky Pramana. Petaka bagi Elang Jawa sebab bola muntah segera disambar Ridwan Tawainella di menit ke-38, kedudukan 2–0 bertahan hingga turun minum.

Mentalitas pemain PSS Sleman terlihat lemah sejak peluit awal babak kedua dimulai, umpan silang Alfin Tuasalamony dari sisi kanan mampu disundul oleh Rivaldi Bawuoh menjadi gol ketiga Arema Fc tepat pada menit ke-58. Gol ke-empat sebagai penutup skor terjadi dari proses serangan Ricky Kayame dan Sylvano Comvalius di depan kotak penalti Arema FC berhasil dituntaskan oleh Hanif Sjahbandi, di menit ke-67 menutup skor 4–0 kemenangan Arema Fc

“Kami harus mengakui Arema bermain bagus sore ini, mereka bermain seperti tanpa lelah. Awal babak pertama kami sempat bermain efektif, namun sekali lagi Arema lebih berkuasa disemua lini,” kata Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa skema permainan Elang Jawa memang tidak berkembang dengan tekanan Arema Fc. Kendati demikian, mantan pemain PSIM Jogjakarta itu mengaku jika kendala permainan anak asuhnya murni kesalahannya, terlebih dalam teknis pergantian pemain.

“Pergantian Sidik Saimima dengan Rangga Muslim di awal babak kedua, saya berfikir akan efektif untuk bisa menerapkan permainan bertahan dengan mengandalkan serangan balik, tapi mobilitas Konate dan Ridwan menyulitkan kami bergerak, terlebih Agil Munawar begitu dinamis,” imbuh mantan pemain timnas di era 1999 – 2001 itu.

Sementara itu pelatih Arema Fc Milomir Seslija memberikan apresiasi untuk anak asuhnya. Menurut pelatih asal Bosnia itu, para pemainnya seolah kehilangan rasa lelah hingga sepanjang permainan seolah tidak berhenti berlari. Meski akhirnya dirinya harus kehilangan Hamka Hamzah kala menghadapi Persib Bandung akibat akumulasi kartu kuning.

“Dalam pertandingan sore ini saya tidak bisa melihat kelemahan Arema. Kritikan dari hasil buruk sebelumnya benar-benar membakar semangat mereka. Saya tahu harus kehilangan Hamka saat dijamu Persib, tapi masih ada Hanif yang bisa kami maksimalkan,” pungkasnya. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad