Sidak Disperindag Temukan Makarel Penyok

Sidak Disperindag Temukan Makarel Penyok

tim gabungan mel;akukan sidak ke salah satu toko modern di Kabupaten Malang (istimewa)

SINGOSARI – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang bersama Disperindag Provinsi Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa swalayan di wilayah Kecamatan Singosari, Selasa (3/4).

Sidak digelar pasca ditemukan makarel kaleng bercacing yang sempat hebohkan beberapa waktu terakhir. Untuk wilayah Singosari ada tiga lokasi yang dicek oleh petugas gabungan. Pada Sidak pertama, petugas gabungan mendapati tiga kaleng produk yang kemasannya dalam kondisi penyok namun tetap dipajang. Tim kemudian memberikan peringatan kepada manager toko bahwa barang tersebut harus ditarik dari peredaran.

“Ketiga produk ini kami tarik, dikhawatirkan di dalam kemasan berkarat,” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Unit Pelaksana Teknis Konsumen (UPTK) Disperindag Provinsi Jatim, Suhardjono kepada aremamedia.com, Selasa (3/4) disela-sela sidak.

Suhardjono menambahkan, untuk produk makanan kaleng yang kemasannya rusak, Disperindag menyarankan produk untuk disimpan atau dikembalikan ke pemasok agar tidak menimbulkan resiko kepada pembeli.

Kasi Metrologi, Perlindungan Konsumen dan Pengawasan Barang, Disperindag Kabupaten Malang, Kahar L mengatakan bahwa sidak ini bertujuan untuk mengawasi adanya Produk makanan kaleng, yang sempat viral di mana di dalamnya terdapat cacing.

Setidaknya, ada 27 merk makanan sarden kalengan yang telah masuk list berdasarkan hasil uji Laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI yang dikeluarkan pada tanggal 28, Maret 2018 lalu.

“Kami berharap produk yang masuk dalam daftar 27 merek itu tidak dijual di wilayah Kabupaten Malang,” pungkas Kahar.

Pewarta: Toski Dermaleksana (kontributor)

Editor: Shuvia Rahma