Serahkan Beasiswa, Rektor IKIP Budi Utomo: Jadi Mahasiswa Harus Bermanfaat

Serahkan Beasiswa, Rektor IKIP Budi Utomo: Jadi Mahasiswa Harus Bermanfaat

Rektor IBU (kanan) menyerahkan beasiswa kepada 267 mahasiswa. (Foto: istimewa-aremamedia.com)

MALANG – Mahasiswa IKIP Budi Utomo tidak boleh egois. Harus bisa memberi manfaat bagi orang lain. “Budi Utomo bukan nama orang atau organisasi, tapi memiliki arti perilaku yang luhur,” tegas Rektor IKIP Budi Utomo, Dr H Nurcholis Sunuyeko, M.Si.

Maksudnya, lanjut Nurcholis, perilaku terkait dengan pengetahuan dan keterampilan serta inovasi yang bermanfaat bagi orang lain. “Karena itu jangan memikirkan diri sendiri. Bantulah mahasiswa lainnya. Tidak harus berupa uang, namun bisa berbagi dalam bentuk pengetahuan dan keterampilan,” harapnya.

Pernyataan itu disampaikan Nurcholis saat memberi beasiswa tahun ajaran 2018/2019 kepada 267 mahasiswa IBU. Penyerahan dilakukan di Kampus C IBU, Jl Citandui 46, Malang, Sabtu (5/1/2019).

Ratusan mahasiswa penerima beasiswa itu dari berbagai program studi angkatan 2016 hingga 2018. Adapun jenis beasiswa yang mereka terima, terdiri dari beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), Bidikmisi dan beasiswa Indonesia Cerdas BRI.

“Alhamdulillah, beasiswa ini sangat membantu mereka. Kita berharap, secara kuantitas bisa terus meningkat tiap tahunnya,” ujarnya seraya mengingatkan beasiswa tersebut bisa meningkatkan prestasinya.

Karena itu, ratusan mahasiswa penerima beasiswa tersebut diharapkan bisa memahami dan melaksanakan filosofi dari Budi Utomo itu. Sehingga kehadirannya selalu memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Ditambahkan Wakil Rektor 3 IBU, Drs Ali Badar MPd, secara rinci penerima PPA 111 mahasiswa, Bidikmisi (96), sedangkan 60 lainnya menerima Indonesia Cerdas BRI.

“Secara nominal, per tahun PPA sebesar Rp4.800.000, BidikmisiRp6.300.000, dan Indonesia Cerdas BRI Rp5.000.000,” tuturnya.

Khusus Bidikmisi, kata Ali, rinciannya Rp2.400.000 untuk biaya pendidikan dan Rp3.900.000 untuk biaya hidup.

“Namun ketentuannya, Bidikmisi bisa dicabut jika penerimanya terlibat konflik atau kasus pidana. Selain itu jika IPK mahasiswa bersangkutan kurang dari 3,25,” jelasnya.

Karena itu dia berharap para penerima beasiswa bisa meningkatkan atau minimal mempertahankan prestasinya agar bisa tetap menerima beasiswa. (*)

Pewarta : SM Nunggal
Editor : Noordin Djihad