Sempat Kelabui Petugas, Sugeng Terbukti Membunuh Sebelum Memutilasi

Sempat Kelabui Petugas, Sugeng Terbukti Membunuh Sebelum Memutilasi

Kapolres Malang Kota, AKBP ASFURI, MH, S.I.K bersama Sugeng Santoso pelaku mutilasi dengan barang bukti foto gunting kain. (Foto: Doi Nuri-aremamedia.com)

MALANG – Akhirnya drama Sugeng (49) dalam kasus mutilasi tubuh perempuan di parkiran Pasar Besar lantai 2 telah usai. Pelaku kini dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara.

Sebelumnya dalam pengakuannya kepada petugas, bahkan video pengakuannya yang direkam oleh kamera amatir tersebut beredar luas di sosial media. Pada intograsi awalnya mengaku bertemu korban 7 Mei 2019.

“Pengakuannya saat itu, dia hanya menunggui korban yang sakit dan sekarat, kemudian diberi amanat dan bisikan gaib untuk memutilasi korban setelah wanita dengan perkiraan usia 30-an setelah meninggal secara wajar, tiga hari kemudian,” jelas Kapolres Malang Kota AKBP ASFURI, MH, S.I.K saat prescon dihadapan media pada Senin, (20/5/2019) siang.

Logika memotong leher korban tiga hari setelah meninggal, belum bisa diterima nalar. Asfuri menambahkan “Ceceran darah tidak mungkin sebanyak itu. Terlebih, ada barang bukti kaos korban yang terdapat ceceran darah di bagian kerah dan dada kaos. Artinya korban masih hidup sebelum digorok,” imbuhnya.

Kronologi yang sebenarnya, ditambahkan Asfuri, berdasar pengakuan pelaku, korban bertemu dengan Sugeng pada 7 Mei. Saat itu, korban meminta uang kepada pelaku, namun karena Sugeng tak punya uang akhirnya korban hanya diberi makan.

“Selanjutnya pelaku memegang payudara korban dan dibalas korban dengan memegang kemaluan pelaku. Saat itu juga pelaku membawa korban ke TKP dengan tujuan berhubungan intim,” ujarnya.

Korban menolak berhubungan intim dengan pelaku karena alasan sakit, lanjut Asfuri. “Karena Sugeng dalam kondisi tidak mampu menahan syahwat, kemudian memasukkan tangan ke kemaluan dan dubur korban. Saat itu pelaku mengetahui ada cairan dan bau di kemaluan korban. Korban sempat pingsan karena kesakitan,” lanjutnya.

Asfuri menekankan, saat korban tak sadar dubur korban dimasuki kain dan melakban alat kelamin korban. “Bahkan tato di dua telapak kaki korban itu diukir pelaku menggunakan alat untuk sol sepatu saat korban pingsan,” tegasnya.

Keesokan harinya pada 8 Mei sekitar pukul 01.30 WIB. Pelaku kembali mendatang korban di lokasi yang sama. Melihat korban masih tertidur, pelaku melakukan pembunuhan dengan menggorok leher korban menggunakan gunting kain.

“Kepala korban di potong pakai gunting itu, namun karena tubuh korban masih bergerak-gerak. Kemudian dibawalah potongan tubuh tanpa kepala itu ke kamar mandi, . namun karena tidak cukup, Sugeng memotong kaki dan tangan korban,” pungkasnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, potongan tubuh itu dibiarkan di kamar mandi. Sedangkan potongan kepala, kaki dan tangan dibuang di bawah tangga. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad