Selain Kenaikan Harga, Gubernur Jatim Dicurhati Pedagang Polemik Pasar Dinoyo

Selain Kenaikan Harga, Gubernur Jatim Dicurhati Pedagang Polemik Pasar Dinoyo

Khofifah Indar Parawansa saat berdialog dengan pedagang pasar Dinoyo pagi tadi. (Doi Nuri-aremamedia.com)

MALANG – Kedatangan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ke dua pasar di Kota Malang (Dinoyo) dan Kabupaten Malang (Pakisaji) awalnya bertujuan memantau langsung harga kebutuhan pokok jelang Ramadan, Sabtu (4/5/2019).

Menyadari kehadiran Khofifah di tempat mereka mencari nafkah, sontak membuat sebagian besar pedagang pun menyampaikan rasa bahagianya secara langsung. Selain meminta berfoto bersama, banyak pula pedagang berebut untuk bisa berjabat tangan dengan tokoh perempuan yang juga mantan menteri itu.

Mendapatkan sambutan hangat dari pedagang setempat, Khofifah menanggapinya dengan ramah dan penuh canda, sambil mendengarkan beberapa keluh kesah dari pedagang.

Di Pasar Dinoyo, selain beberapa harga kebutuhan yang melonjak menjelang Ramadan, sebagian pedagang mengeluhkan pasar sepi sebab terpecah dengan Pasar Landungsari.

“Tolong Pasar Landungsari dan Dinoyo disatukan lagi Bu. pembeli sepi sebab separuh pedagang pindah ke Landungsari,” keluh Romlah, pedagang ayam potong di Pasar Dinoyo.

Seperti diketahui, pasar Merjosari adalah tempat menampung pedagang pasar Dinoyo saat proses renovasi. Namun, banyak pedagang yang memilih berjualan di pasar Landungsari yang sempat mati karena sebagian besar mereka tidak memiliki surat resmi.

Lebih lanjut, Romlah menyampaikan, harga ayam sejak beberapa hari terakhir mencapai Rp 35 ribu hingga Rp 38 ribu per Kg. Meski selalu terjadi kenaikan menjelang puasa dan lebaran, dirinya berharap harga masih bisa terjangkau pembeli.

“Semoga harga ayam tidak naik lagi Bu. Pasar sudah sepi. Kalau harga tinggi kita repot jualnya,” tutup perempuan paruh baya itu.

Menanggapi itu, Khofifah akan mencoba berkomunikasi kembali dengan Wali Kota Malang. Usai memantau sederet harga kebutuhan pokok mulai dari harga barang merah, bawang putih, sayuran, telur, hingga daging, Khofifah menyampaikan stok kebutuhan pokok di Jatim aman hingga tiga bulan kedepan.

“Kami sampaikan, kebutuhan pokok sampai setelah lebaran nanti aman, termasuk bawang putih,” tegas tokoh Muslimat NU itu.

Menurut Khofifah, pada 10 Mei 2019 mendatang akan merapat bawang putih sebanyak 84.600 ton, sementara kebutuhan Jawa Timur kebutuhan per bulan adalah 4.690 ton. Hak itulah yang membuat Khofifah berasumsi jika pasokan bawang putih relatif aman untuk Jatim.

“Awalnya bawang putih memang bukan termasuk dalam kategori kebutuhan pokok, namun faktanya permintaan pasar untuk industri kuliner di Jatim saja cukup tinggi,” tukasnya. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad