Sebagai Sentra Pertanian, Kota Batu Maksimalkan Produk Organik

Sebagai Sentra Pertanian, Kota Batu Maksimalkan Produk Organik

Salah satu petani organik di Desa Punten Kota Batu sedang melakukan perawatan. (Foto: Doi Nuri-aremamedia.com)

BATU – Demi meningkatkan nilai ekonomis pertanian organik yang dinilai lebih menguntungkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus mendorong agar petani meminimalisasi penggunaan bahan kimia. Terlebih pertanian organik menunjang kesehatan masyarakat.

Dari pengamatan Sekretaris Dinas Pertanian Kota Batu, Hendry Suseno, harga dari hasil pertanian organik cukup stabil. Selain itu konsep pertanian ini ramah lingkungan.

“Kalau di Kota Batu sendiri sudah ada 18 kelompok tani yang mengembangkan pertanian organik ini,” ujarnya, Senin, (12/8/2019).

Hendry menambahkan, pertanian organik saat ini tak hanya menjadi semangat nasional, tapi juga dunia. Oleh karena itu, Pemkot Batu juga turut ambil bagian dalam perubahan dunia. Caranya dengan menggalakkan melalui pelatihan dan pendampingan hingga potensi masyarakat yang menggeluti pertanian organik semakin terjaga.

“Peluang petani di Kota Batu bercocok tanam dengan tanaman organik terbuka lebar, sebab dukungan dari Pemkot Batu sangat tinggi,” imbuhnya.

Sebagai langkah penunjang, sosialisasi serta bantuan berupa sarana produksi seperti pupuk organik, obat pestisida hayati dan bibit sudah mulai didistribusikan kepada beberapa kelompok tani, untuk menekan penggunaan bahan kimia.

“Bisa jadi nantinya kami hubungkan ke Transmart, maupun perusahaan daerah, atau bisa juga semacam outlet organik di kantor kedinasan. Itulah salah satu upaya kami memberi opsi pasar untuk petani,” pungkasnya.

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad