Satpol PP Razia Tempat Hiburan Nakal Selama Ramadan

Satpol PP Razia Tempat Hiburan Nakal Selama Ramadan

Shinta Massage salah satu Panti Pijat di Kota Batu terlihat tutup. (Foto: Doi Nuri-aremamedia.com)

BATU – Sesuai kesepakatan bersama, pengusaha hiburan di Kota Batu yang meliputi panti pijat, karaoke dan klub malam tidak melaksanakan aktivitas usaha selama bulan Ramadan. Meski demikian, jika terindikasi ada pelanggaran, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batu tidak segan-segan akan melakukan razia dan sanksi.

Dihubungi aremamedia.com sekretaris Satpol PP Kota Batu, M Adhim, menjelaskan, apresiasi para pengusaha hiburan di Kota Batu cukup bagus. Hanya saja jika ada indikasi pelanggaran yang dilakukan para pelaku usaha hiburan, pihaknya sudah mempersiapkan sanksi kepada pelanggar.

Adhim menambahkan, terdapat 10 tempat hiburan karaoke dan 10 panti pijat serta beberapa klub malam yang terdapat di Kota Batu. “Semua berkomitmen,” sambungnya.

Sesuai kesepakatan, panti pijat dan karaoke di Kota Batu rata-rata beroperasi kembali setelah idulfitri, tepatnya 7 juni 2019. Diluar tanggal yang disepakati maka dianggap sebagai pelanggaran dan jelas mendapatkan sanksi.

Tentang aturan khusus untuk kegiatan bagi takjil dan bazar ramadan khususnya di jalan raya, Satpol PP mengimbau masyarakat melaksanakan instruksi Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. Terkecuali jika kegiatan tersebut hingga menutup jalan, maka harus ada izin tertulis.

“Sesuai instruksi Bu Wali tidak ada batasan khusus untuk pelaksanaan bagi takjil maupun bazar ramadan, baru jika sampai menutup jalan yang jelas harus ada izinnya,” pungkasnya.(*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad