Sambut Nataru, BI Malang Siapkan Rp1,89 T

Sambut Nataru, BI Malang Siapkan Rp1,89 T

Rini Mustikanisngsih saat memberi keterangan pers persiapan BI Malang menyambut Nataru. (Foto: Noordin Djihad-aremamedia.com)

MALANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang menyiapkan uang tunai total sekitar Rp1,89 triliun untuk menyambut Natal dan tahun baru (Nataru). Untuk tahun 2019 ini diperkirakan terjadi peningkatan kebutuhan uang kartal (uang kertas dan logam), sesuai pola musiman. Khusus periode Natal dan akhir tahun 2019. “Meningkat sekitar Rp313 miliar atau sekitar 19,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2018 lalu. Pada periode Natal dan akhir tahun 2019 ini, BI Malang menyediakan Uang Pecahan Besar (UPB) dan Uang Pecahan Kecil masing-masing sebesar Rp 1,87 triliun dan Rp 18,79 miliar,” kata Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolan Uang Rupiah, dan Layanan Administrasi, Rini Mustikaningsih.

Secara Nasional, BI menyiapkan uang tunai sebesar Rp105,0 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat seluruh Indonesia jelang Natal dan akhir tahun 2019. Untuk itu, BI menyediakan 1.414 titik layanan penukaran uang di seluruh wilayah NKRI termasuk di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil) sampai 31 Desember 2019.

Untuk tahun ini, kata Rini, BI memakai tema ”Rupiah, Sahabat Untuk Semua” melakukan ekstensifikasi layanan penukaran melalui kas keliling dan titik penukaran di pusat kegiatan maupun di kantor cabang perbankan. Untuk layanan penukaran masyarakat di wilayah kerja BI Malang pada periode Natal dan akhir tahun 2019 ini dibuka di 22 titik layanan oleh sembilan bank umum dan satu titik layanan di loket Bank Indonesia.

“Layanan penukaran masyarakat umum sebenarnya dimulai sejak 16-20 Desember 2019, sedangkan layanan kebutuhan nasabah dan intern perbankan dilakukan sejak tanggal 16 hingga 27 Desember 2019 baik untuk uang pecahan besar maupun uang pecahan kecil,” imbuhnya kepada wartawan, Jumat (20/12/2019).

Lebih lanjut Rini menambahkan, untuk memastikan kegiatan transaksi nontunai berjalan dengan lancar dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, Bank Indonesia juga terus mengoptimalkan sistem pembayaran nontunai yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia melalui Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

“Bank Indonesia telah melaksanakan pengujian terhadap seluruh infrastruktur guna memastikan terselenggaranya layanan sistem pembayaran secara aman, lancar dan efisien khususnya apabila terjadi peningkatan volume transaksi pada akhir tahun. Bank Indonesia juga terus berkoordinasi dengan peserta sistem pembayaran, guna memastikan optimalnya kegiatan sistem pembayaran,” paparnya.

Rini juga mengimbau masyarakat menukarkan uangnya di lokasi penukaran resmi untuk mencegah risiko uang palsu serta menjaga kualitas uang. “Masyarakat sebaiknya selalu memperhatikan ciri keaslian rupiah dengan ‘3 D’ (Dilihat, Diraba dan Diterawang) serta merawat rupiah dengan ‘5 Jangan’ (Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, Jangan Dibasahi).(*)

Pewarta : Noordin Djihad