Samba IBU Pancasila Sakti Kenalkan Ragam Budaya Nusantar

Samba IBU Pancasila Sakti Kenalkan Ragam Budaya Nusantar

MALANG – Untuk kesekian kali IKIP Budi Utomo (IBU) Malang menggelar sambut mahasiswa baru (Samba), Kali ini, Kamis (1/10/2020) memiliki episode Pancasila Sakti. Seperti Samba sebelumnya, sekitar 50 mahasiswa tatap muka di Kampus C, Jalan Citandui dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, sementara ratusan mahasiswa lain melalui daring. “Dengan menggunakan busana Nusantara, kami ingin mengenalkan keanekaragaman budaya Indonesia kepada mahasiswa baru,” ujar Rektor IKIP Budi Utomo, Dr Nurholis Sunuyeko MSi.

Dua alumni IBU dihadirkan di tengah mahasiswa baru, masing-masing Endang Setyowati, S.Pd dan Agus Ikhwan Mahmudi, S.Pd, M. Si untuk memberi motivasi serta menceritakan alamaternya. Endang saat ini sebagai Kepala SMP Aisyah Muhammadiyah 3 Malang, sedang Ikhwan yang lebih akrab disapa Gus Ikhwan adalah Ponpes Al Itihad Tumpang.

Nurcholis mengaku sengaja mengkombinasikan testimoni alumnus dan penyegaran rohani agar bisa memberi pandangan dan motivasi kepada mahasiswa untuk tetap belajar dengan baik walaupun dalam kondisi pandemi,” jelas Nurcholis.

 

Caption:
Rektor IBU dan dua alumni IBU saat bincang santai usai tesimoni. (foto: ist-aremamedia.com)

 

Ditambahkan, konsep Samba adalah model orientasi yang tepat karena mengombinasikan daring dan luring secara simultan. Mahasiswa yang tidak bisa ikut Samba, bisa menonton streaming. “Hal seperti ini juga diterapkan di masa perkuliahan. Meski demikian tetap harus berpegang pada protocol kesehatan. Bagaimanapun pembelajaran tatap muka tetap diperlukan sehingga sebagian daring dan sebagian lagi luring,” kata Nurcholis.

Menurutnya, saat menyambut MABA harus bersifat mengedukasi, menyenangkan dan dalam suasana keakraban serta mengenalkan kehidupan kampus. “Untuk Maba IBU mendapat tambahan yakni nilai-nilai Kebudiutamaan meliputi Keindonesiaan, Kemanfaatan, Kepedulian, Kepatuhan dan Kepatutan,” jelasnya yang berharap Maba dapat memiliki karakter yang berbudi utama.

Sementara itu, dua alumni IBU, Endang dan Gus Ikhwan memuji kreativitas Rektor IBU yang seakan tidak ada habisnya. “Baru kali ini ada kampus menyelenggarakan orientasi mahasiswa baru dengan model yang berbeda namun tepat sasaran,” kata Endang, alumnus Biologi, 1985 yang mengajar sekitar 35 tahun.(*)

 

Pewarta : Noordin Djihad