Saat PDAM Kabupaten Malang Berubah Menjadi Perumda Tirta Kanjuruhan

Saat PDAM Kabupaten Malang Berubah Menjadi Perumda Tirta Kanjuruhan

Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi, yang Senin (18/4/2019) mendapat SK periode 2019-2024. (Foto: Galuh Ayu-aremamedia.com)

MALANG – Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2017, seluruh PDAM di Indonesia yang dulunya sebagai BUMD secara nomenklatur akan berubah. Untuk PDAM Kabupaten Malang berubah menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan.

Hal ini dijelaskan Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi, usai mendapat SK dari Plt Bupati Malang, HM Sanusi, Senin (18/2/2019). “Paling lambat akhir 2019 kelembagaan PDAM harus berubah,” imbuhnya.

Dikatakan Syamsul, perubahan tata kelola ini diikuti perubahan dari struktur organisasi sampai kewenangan. Salah satunya struktur Dewan Pengawas.

“Kalau dulu itu diketahui oleh Ketua Dewan Pengawas, sekarang struktur paling atas yaitu kepemilikan modal, bupati kemudian Dewan Pengawas,” tuturnya seraya menambahkan, jumlah Dewan Pengawas sama dengan jumlah direksi.

Untuk mengefektifkan Dewan Pengawas sesuai amanah PP Nomor 54 Tahun 2017, ada namanya Komisi Audit. “Komisi ini diharapkan bisa membantu Dewan Pengawas bekerja lebih efektif,” katanya.

Perubahan lain, masa kerja Dewan Pengawas yang sebelumny tiga tahun, kini menjadi empat tahun. Begitu pun untuk direksi, dulu masa jabatan empat tahun, kini berubah menjadi lima tahun.

Terkait kewewenangan, lanjut Syamsul, Perumda dibolehkan membentuk anak perusahaan. “Juga ada amanah kerja sama dengan pihak swasta, sehingga jika Perumda ini mengadakan ikatan dengan pihak swasta sudah ada wewenang,” ujar Syamsul.

Sebenarnya masih banyak lagi perubahan berkaitan dengan operasional Perumda. “Namun masih menunggu Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),” pungkasnya.(*)

Pewarta : Galuh Ayu KW
Editor : Noordin Djihad