Saat HPN 2019, Pesan KH Nurbani Yusuf: Hati-hati Wartawan Masuk Neraka

Saat HPN 2019, Pesan KH Nurbani Yusuf: Hati-hati Wartawan Masuk Neraka

Ketua PWI Malang Raya dan wartawan Kota Batu berdoa saat HPN 2019. (Foto: Istimewa-aremamedia.com)

BATU – Baru kali ini Hari Pers Nasional (HPN) dirayakan masyarakat. Acara yang berlangsung di Pesantren Rakyat di Dusun Macari, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jumat (8/2/2019), siang berlangsung meriah.

“Kegiatan HPN 2019 bersama teman-teman wartawan yang tergabung dalam Ngopi Jurnalis Kota Batu ini, sebagai bentuk terima kasih kami kepada para jurnalis,” ujar Pengasuh Pesantren Rakyat Macari, Ulul Azmi Luthfi.

Beberapa atraksi yang ditampilkan antara lain pencak silat hingga pertunjukkan musik tradisional siswa MI Darul Ulum Kota Batu.

Namun sebelumnya Ketua PWI Malang Raya, Drs Ariful Huda M.Pd bersama masyarakat menanam pohon. Kemudian dilanjut dengan memotong tumpeng oleh seluruh wartawan.

Selain Ariful Huda, hadir di acara HPN 2019 tersebut, perwakilan IJTI Kota Batu, Yanto Yancung, serta seluruh jurnalis yang berkegiatan di Kota Batu.

Jagong Maton Ngaji Urip bertema ‘Tugas Wartawan sebagai Bagian Tugas Kenabian’ ini diisi tausiyah oleh Direktur Agropolitan Televisi (ATV), KH Dr Nurbani Yusuf.

Nurbani pun mengatakan, tantangan media semakin besar. “Semua orang adalah jurnalis di media sosial. Hanya saja tidak dibarengi kemampuan kewartawanan dan tidak memiliki kode etik jurnalistik,” ujarnya.

Mereka, lanjutnya, tidak memiliki bekal apa pun tentang kewartawanan, tetapi mereka melakukan peran-peran kita.

“Ini tantangan, bagaimana kita harus menguatkan posisi kewartawanan kita. Inilah tantangan besar,” tegas Nurbani.

Nurbani juga sependapat dengan tema ‘Tugas Wartawan sebagai Bagian Tugas Kenabian’. “Tugas wartawan adalah nahi nungkar dan memberikan pencerahan. Karena itu, ketika saat ini hoax begitu dahsyat, posisi kita ada di mana. Apakah ikut-ikutan atau menjadi penggembala,” kata Nurbani beretorika.

Tugas wartawan dalam teologis itu seperti kita menggenggam tanduk, jika salah sedikit saja wartawan lakukan, jalannya adalah ke neraka.

“Karena disitu ada unsur ghibah (fitnah), maka kita harus hati-hati. Kembalinya ke awal, yakni niat. Kalau niat awal, kalau niat pemberitaan itu untuk kemaslahatan untuk perbaikan, maka Insya Allah bermanfaat,” kata Nurbani.

“Tapi kalau ada niat jahat, membunuh karakter, ya sudah, kita akan menuai hasilnya,” ujarnya berpesan kepada seluruh wartawan media cetak harian, media online dan televisi yang hadir.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan peluncuran buku karangan mantan Sekda Kota Batu, Sundjojo, berjudul ‘Ketika Korpri Berpuisi’ yang merupakan biografi dari laki-laki asli Kota Batu ini.

Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang dilaksanakan oleh Pesantren Rakyat ini

“Baru pertama HPN diselenggarakan oleh warga. Kami berterima kasih sekali. Hal ini memberikan semangat untuk kita memberikan informasi yang sehat untuk masyarakat,” kata Ariful.(*)

Pewarta : Agus Susanto
Editor : Noordin Djihad