RPH Kota Batu Jamin Distribusi Hewan Kurban Aman

RPH Kota Batu Jamin Distribusi Hewan Kurban Aman

Petugas RPH Kota Batu melaksanakan pemeriksaan disetiap lapak penyedia hewan qurban. (Foto: Doi Nuri-aremamedia.com)

BATU – Meski bisa dikatakan Jawa Timur saat ini sudah tidak rawan virus antraks pada hewan seperti beberapa tahun yang lalu, menjelang hari raya Idul Adha masih ada indikasi adanya virus ini. Dokter hewan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Batu, Utami Kurniawati menegaskan kekhawatiran adanya indikasi itu tidak terjadi di Kota Batu. Selama dua hari pemeriksaan di 10 titik penjual hewan, pihaknya tidak menemukan adanya hal tersebut.

Menurutnya, dua penyakit yang perlu diwaspadai pada musim kurban yaitu zoonosis dan antraks karena sangat berhaya. Baik ke hewan, maupun manusia, virus itu memakan daging endemik.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya tidak pernah mendatangkan kembali hewan dari luar daerah. Bahkan, pihaknya menutup ternak dari Jateng. Sebab indikasi di beberapa provinsi masih tinggi indikator antraks terjadi.

“Kita bukan tidak mau. Alasannya ya karena di sana masih ada antraks. Apalagi di Jabar juga banyak. Kami hanya khawatir adanya penyebaran itu,” ungkap dia saat ditemui di RPH Kota Batu, Rabu (7/8/2019).

Dijelaskannya, penyakit antraks sendiri penyebabnya yaitu bakteri bernama Bacillus Anthracis. Dan bakteri itu menghasilkan spora yang tidak aktif (dorman) dan hidup di tanah. Saat spora masuk ke dalam tubuh binatang atau manusia. Secara otomatis spora menjadi aktif dan bisa membahayakan.

”Yang ditakutkan antraks itu sporanya. Bahayanya untuk manusia itu bisa mematikan. Biasanya, penyabab antraks itu kalau ada kedatangan hewan dari luar daerah. Nah itu dimungkinkan bisa kena antrak,” pungkasnya.

Perihal tersebut membuat pihak TPH Kota Batu mengimbau kepada masyarakat agar membeli hewan untuk kurban ditempat yang tersertifikasi oleh Dinas Pertanian. Karena, di tempat tersebut sudah dicek kesehatan dan kelayakannya. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad