Rp58,6 M, Jaminan Reklamasi PT BSI Pasca Penambangan

Rp58,6 M, Jaminan Reklamasi PT BSI Pasca Penambangan

Manager Corporate Communications, Teuku Mufizar Mahmud, paling kanan, mendampingi manager lapangan di wilayah tambang. (Foto: Noordin Djihad-aremamedia.com)

BANYUWANGI – Komitmen PT Bumi Suksesindo (BSI) terhadap lingkungan ditunjukkan dengan proses rehabilitasi lahan di lahan penambangan Tujuh Bukit Pesanggaran, Banyuwangi. Setidaknya PT BSI memenuhi kewajiban jaminan reklamasi sebesar Rp58,6 miliar untuk periode 2015-2019.

Presiden Direktur PT BSI, Adi Adriansyah Sjoekri, mengatakan komitmen ramah lingkungan dibuktikan hingga saat ini lahan yang sudah direklamasi seluas 30,1 ha sejak 2016 lalu.

“Kegiatan penambangan mulai penggalian hingga proses reklamasi berjalan dengan baik. Tidak ada secuilpun limbah yang terbuang ke laut,” jaminnya.

Lebih lanjut Adi menjelaskan, pihaknya terus meningkatkan kapasitas penumpukan bijih dan maksimalisasi area produksi. “Untuk mengimbangi intensitas produksi, kinerja lingkungan juga terus ditingkatkan. Bahkan kami telah menyelesaikan pembangunan compliant point (titik penaatan),” tuturnya.

Fungsi compliant point, kata Adi, untuk menangkap sedimen sehingga tidak terbawa air menuju pantai Pulau Merah.

“Departemen Lingkungan juga telah mengambil sebanyak 2.094 sampel lingkungan selama kuartal akhir 2018. Itu untuk memenuhi persyaratan pengambilan sampel yang diatur oleh peraturan perundangan,” yakinnya.

Inilah salah satu lahan yang akan langsung direkalamasi jika tidak ada lagi mineral di dalamnya. (Foto: Noordin Djihad-aremamedia.com)

Ditambahkan Manager Corporate Communications, Teuku Mufizar Mahmud, material tanah atau batu yang ditambang, kemudian diangkut pakai truk dan dipipihkan hingga berukuran 3-7 Cm.

Hasil pemipihan lewat gilingan itu, lanjut pria yang akrab dipanggil Mufi, diangkut lagi pakai truk ke kawasan penampungan, kemudian disiram pakai air yang dicampur chemical sianida.

“Yang patut menjadi catatan, air yang dipakai untuk menyiram kawasan material bebatuan itu bukan air bawah tanah, tapi air hujan yang ditampung di danau buatan,” jelasnya.

Di kawasan ini, kata Mufi, terdapat tiga danau yang difungsikan dalam penambangan tersebut. “Dua danau untuk menyiram tumpukan batu yang mengandung emas dan perak, sedangkan satu danau lagi untuk menampung emas dan perak yang terlarut dalam air campur sianida,” urainya.

Tentang reklamasi, Mufi mengatakan pihaknya tak menunggu proses penambangan seluruhnya tuntas. Kawasan yang ditambang langsung diuruk jika sudah tak mengandung emas dan perak lagi.

Langkah selanjutnya, penyemaian bibit tanaman. “Kami punya tim khusus yang menangani soal penyemaian bibit tanaman keras tersebut, “ katanya.

Bibit tanaman itu ditanam di kawasan yang sudah direklamasi sehingga Tujuh Bukit yang ditambang menjadi hutan kembali.(*)

Pewarta : Noordin Djihad
Editor : SM Nunggal