Ribuan Narapidana di Malang Ikut Rayakan Pesta Demokrasi

Ribuan Narapidana di Malang Ikut Rayakan Pesta Demokrasi

Suasana menjelang pemungutan suara di Lapas klas IIIb Sukun Malang. (Foto: Doi Nuri-aremamedia.com)

MALANG – Sebanyak 1.032 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Klas I Lowokwaru Malang, turut berpartisipasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Rabu (17/4/2019). Begitu juga dengan 760 warga binaan Lapas Sukun meskipun hanya 316 yang mencoblos di TPS.

Kepala Lapas Klas I Lowokwaru, Yudi Suseno, mengatakan, sebenarnya terdapat 2.272 Daftar Pemilik Tetap (DPT). Kemudian berkurang menjadi 1.032 DPT karena 220 orang sudah bebas dan 225 orang tahanan dipindahkan ke Lapas lain.

“Kemungkinan, jumlahnya akan bertambah di atas jam 12.00 siang nanti. Jari ini ada tahanan yang baru masuk dan juga tambahan yang akan melakukan pencoblosan,” jelasnya, Rabu (17/4/2019).

Sementara itu, 354 warga binaan Lapas Wanita Kelas II Sukun Malang tidak menggunakan hak pilihnya karena sebagian besar tidak memiliki E-KTP kemudian. Sebagian lain memang tidak mengurus A5 atau surat pindah pilih.

PLH Kepala Lapas Sukun Malang, Dewi Andriana, menjelaskan 70 persen warga binaan di Lapas Wanita Sukun bukan orang Kota Malang. Sebagian besar berasal dari Surabaya dan beberapa daerah Jawa Timur lainnya.

“Pemilu tahun ini sudah bagus dibanding pemilihan wali kota lalu. Cuma 37 orang yang nyoblos. Masalahnya banyak bukan orang asli sini. Mereka sengaja tidak urus pindah pilih sehingga tidak terdaftar di DPT Tambahan,” jelasnya.

Menurut Dewi, pemilihan di Lapas berjalan lancar. Meski kekurangan 28 surat suara, bisa diatasi.

Tambahan informasi, pada pukul 12.00 sejumlah 17 tahanan Polres Malang Kota juga ikut pencoblosan.(*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad