Ribuan Karateka Ikuti Kejurnas Karate Malang Open X 2019

Ribuan Karateka Ikuti Kejurnas Karate Malang Open X 2019

Kegiatan FORKI pada Sirkuit Karate Pelajar Malang Raya IV 2019 April 2019 lalu. (Foto: istimewa-aremamedia.com)

MALANG – Sukses menggelar Sirkuit Karate Pelajar Malang Raya IV 2019 April 2019 lalu, FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) Pengcab Kota Malang mengagendakan even tahunan Kejurnas Karate Malang Open X 2019. Setelah mampu melibatkan 850 karateka pelajar putra dan putri se-Malang Raya, rencananya even tersebut diikuti 1000 karateka se Indonesia.memperebutkan Piala Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji dan Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Dr H Nurcholis Sunuyeko MSi.

Ketua Umum Forki Kota Malang, Nurcholis Sunuyeko menjelaskan penyelenggaraan tahun 2019 ini akan diikuti 1.032 karateka dari 20 provinsi di Indonesia. Menurutnya, tidak hanya atlit profesional, pemula juga mendapatkan kesempatan.

“Kami tak hanya menyasar karateka dari kalangan pelajar Kota Malang kategori usia dini, pra pemula, pemula, kadet, dan yunior saja. Tetapi juga level Malang Open untuk kelompok umur mulai under 21 dan senior berskala nasional,” ungkapnya.

Selain Kejurnas Karate Malang Open X 2019 ini, pihaknya juga menggelar penataran untuk para wasit dan juri. Lewat even ini. FORKI Malang berkeinginan memupuk dan meningkatkan motivasi di kalangan insan karate menuju prestasi Nasional dan Internasional mendatang.

“Even ini bersifat umum, baik karateka Malang, Jawa Timur, dan Nasional, baik putra maupun putri dari sembilan perguruan atau aliran,” jelasnya.

Perlu diketahui Kejurnas Karate Malang Open yang sudah dilangsungkan sejak tahun 2010 itu, tahun ini rencananya dihelat 23-24 November 2019, di GOR Ken Arok, Kota Malang.

Sebagai informasi, tujuh kategori akan dipertandiingkan, yaitu Kelompok Usia Dini 7-9 tahun, Kelompok Pra pemula 10-11 tahun, Kelompok Pemula 12 -13 tahun, Kelompok Kadet 14-15 tahun, Kelompok Yunior 16-17 tahun, Kelompok Under 21 -21 tahun, dan Kelompok Senior +21 tahun. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad