Revisi Sistem Zonasi PPDB Dinilai Terlambat

Revisi Sistem Zonasi PPDB Dinilai Terlambat

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang dan Kota Batu, Ema Sumiarti (kanan) saat mengunjungi SMKN 9 Malang beberapa waktu lalu. (Foto: istimewa)

MALANG – Terkait usulan Presiden Joko Widodo tentang evaluasi zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy akhirnya merevisi Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang PPDB, dengan poin perubahan pada memperluas jalur prestasi dari 5% menjadi 5-15%.

Dikutip dari medcom, Permendikbud No 51 Tahun 2018 telah ditandatangani Mendikbud, khususnya jalur prestasi ditingkatkan menjadi 15% sehingga jalur zonasi menjadi 80% dan jalur perpindahan tetap 5%,” kata Sekjen Kemendikbud, Didik Suhardi, kepada wartawan di Kemendikbud Jakarta, Kamis (20/6/2019) malam.

Diketahui, revisi Permendikbud 51/2018 ini telah dilaporkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan diupayakan dapat berlaku segera. Hal ini mendapat respon dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang dan Kota Batu, Ema Sumiarti. Menurutnya, di Jawa Timur jalur prestasi lebih dari lima persen.

“Kami memahami bahwa jalur prestasi diperluas guna menampung aspirasi masyarakat khususnya para orangtua di beberapa daerah yang meminta diperluas jalur prestasi ini. Apalagi, Pak Menteri sudah berkomunikasi langsung dengan Menkumham. Surat edaran ke daerah-daerah juga sudah dikeluarkan,” ungkapnya.

Namun demikian, ia merasa jika solusi ini belum mampu permasalahan yang berkembang. Mengingat banyak daerah yang telah rampung melaksanakan PPDB bahkan sudah membuka daftar ulang.

“PPDB kan sudah selesai. Di Jawa Timur, khususnya di Malang itu untuk jalur prestasi bisa mencapai lima hingga 20 persen, ya semoga sistem demikian efektif ditempat lain,” pungkasnya. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad