PWI Malang Raya Gandeng Tiga Kejari Gelar Pelatihan Hukum

PWI Malang Raya Gandeng Tiga Kejari Gelar Pelatihan Hukum

Ketua PWI Malang Raya, Cahyono (kanan atas) silaturahim virtual bersama tiga Kajari. (Foto: Noordin Djihad-aremamedia.com)

MALANG – Silaturahim berbuah manis. Itulah hasil silaturahim virtual antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya bersama tiga Kejaksaan Negeri.

Awalnya Ketua PWI Malang Raya, Cahyono, ingin mengenalkan seluruh pengurus periode 2021-2024. Siapa sangka dalam pertemuan daring tersebut tercapai kesepakatan rencana penyelenggaraan pelatihan tentang hukum kepada para jurnalis.

Cahyono mengatakan, jurnalis yang bertugas di wilayah hukum seyogyanya memahami tentang hukum khususnya pasal-pasal dalam KUHP. Terlebih latar belakang pendidikan para jurnalis tersebut dari berbagai disiplin ilmu. “Selain itu tujuan pelatihan ini agar tidak ada lagi kesalahan penulisan kasus maupun pasal,” imbuhnya, Selasa (12/1/2021).

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang, Andi Darmawangsa langsung mendukung ide ini. “Saya langsung menugaskan Kasi Intel untuk memberikan pelatihan tersebut supaya nyambung antara yang disampaikan pihak Adyaksa dengan yang dipublis,” ucapnya.

Hal senada disampaikan  Kajari Kabupaten Malang, Edi Handoyo SH yang diwakili Kepala Seksi Kasie Intelijen, Kejari Kabupaten Malang, Adrian Wahyu Eko Hastomo SH.

“Pelatihan itu memang perlu agar jurnalis dapat menyuguhkan berita yang bisa membuat masyarakat paham atas hukum,” ujarnya.

Sementara itu Kajari Kota Batu, Supriyanto mengapresiasi jalinan silaturahmi yang dilakukan oleh PWI Malang Raya ini. Bahkan dia berharap terjadinya keseimbanganp antara publikasi penindakan dan pencegahaan.

“Patadigma kami berubah. Kesuksesan penegak hukum bukan lagi berhasil mengungkap kejahatan, namun minimnya tindak kejahatan karena masyarakat paham tentang hukum setelah mendapat langkah preventif dari kami,” terangnya.

Berdasar perubahan paradigma tersebut, mantan Kajari Gorontalo itu berharap pemberitaan seimbang antara yang preventif dengan pengungkapan kejahatan. (*)