I Putu Gede Prediksi Seri Derby Jatim Leg Pertama

I Putu Gede Prediksi Seri Derby Jatim Leg Pertama

I Putu Gede berduel dengan TA Musyafri saat Arema menghadapi PSS Sleman di ajang Liga Djarum. (Foto: isimewa-aremamedia.com)

MALANG – Partai final leg pertama Piala Presiden 2019 mempertemukan laga super big match Persebaya menjamu Arema Fc, yang merupakan musuh bebuyutan. Tensi tinggi selalu menghiasi atmosfir pertandingan maupun kondisi di luar stadion, mengingat hubungan kedua kelompok suporter Bonek dan Aremania tidak pernah akur. Kondisi ini menarik perhatian banyak pengamat dan praktisi bola andil berbicara. I Putu Gede salah satunya. Legenda hidup Arema Fc itu memprediksi jalannya pertandingan akan berjalan ketat dengan tekanan tinggi.

Bahkan pemain yang memperkuat lini tengah Arema di tahun 1998 – 2001 dan 2004 – 2007 itu, meyakini laga final ini memang layak, karena mempertemukan dua tim besar dan kuat, ditambah lagi rivalitasnya tinggi.

“Aku kira tensi atmosfir jelas tinggi sampai akhir. Prediksiku justru beban ada di Persebaya apalagi kalau Arema selalu menekan. Antisipasinya dengan crossing dan vertical pass Persebaya,” ujar mantan pelatih Perseru Serui itu.

Pelatih yang saat bermain untuk Arema lama memegang ban kapten itu, memberi catatan agar Arema harus bermain hati-hati. Sementara Persebaya juga ia harapkan tidak lupa pertahanan saat menyerang.

“Kalau Persebaya pasti menyerang, dan Arema kemungkinan defend to attack. Arema mesti fokus sampai menit akhir, karena Persebaya dalam pengamatan saya selama Piala Presiden hampir selalu unggul di menit akhir,” tambah pemain yang identik dengan nomor punggung 14 itu.

Produktivitas gol Arema menjadi gambaran betapa mengerikannya juru gedor Singo Edan, meski Persebaya juga mengerikan saat counter attack sebab memiliki pemain-pemain cepat. Menurutnya, kemenangan akan mengamankan langkah selanjutnya bagi kedua tim pada leg kedua.

“Satu yang terpenting, Arema tidak boleh melepas leg 1 ini lalu berharap leg 2 di home. Di home justru tidak mudah,” tutupnya. (*)

Pewarta : Doi Nuri

Editor : Noordin Djihad