Propinsi Sebagai Ujung Tombak, BKPM : Promosi Investasi Daerah Harus Inovatif

Propinsi Sebagai Ujung Tombak, BKPM : Promosi Investasi Daerah Harus Inovatif

Tiga narasumber memberi motivasi kepada Provinsi agar menjadi ujung tombak andal harus memiliki inovasi yang canggih. (Foto: sumutinvest.com-aremamedia.com)

TANGERANG – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meminta kepada daerah, khususnya provinsi agar promosi investasi harus lebih canggih dengan memanfaatkan berbagai kemudahan teknologi informasi. “Fokus utamanya adalah pengembangan Business Model yang baik sesuai potensi daerah dan peluang investasi yang ada,” ujar Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal, Farah Ratnadewi Indriani saat acara Kick off Masterclass Promosi Investasi Daerah, seperti dalam rilis yang diterima aremamedia.com (28/8//2019).

Farah juga mengingatkan pemerintahan provinsi harus lebih inovatif dalam mempersiapkan kegiatan-kegiatan promosi investasi baik bagi investor internasional maupun bagi investor dalam negeri. Hal ini disebabkan daerah merupakan ujung tombak dalam meningkatkan masuknya investasi ke Indonesia. “Silakan optimalkan kantor Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) di delapan wilayah kerja seluruh dunia untuk memfasilitasi kerjasama antara mitra investor dengan berbagai provinsi Indonesia,” ingatnya sekali lagi.

Master Class Promosi Investasi Daerah ini merupakan program pelatihan bertahap untuk mendukung pemerintah Provinsi menyusun portofolio investasi yang tepat sasaran, sesuai kebutuhan calon investor di wilayah kerja IIPC. Program ini dirancang oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan Sekretariat Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) dan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

Perwakilan Provinsi terlihat sangat antusias dengan acara ini. Lebih dari 60 peserta yang hadir merupakan perwakilan Dinas Penanaman Modal Pusat Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dari 29 Provinsi di Indonesia. Mereka saling berbagi informasi dan pembelajaran tentang cara efektif mengembangkan investasi lestari di provinsi.

Salah satu narasumber yang juga CEO PT Rimba Makmur Utama Indonesia Dharsono Hartono menyampaikan, semua provinsi di Indonesia pasti punya peluang untuk menjadi besar. “Yang membedakan antara yang sukses dengan yang tidak adalah pola pikir jangka panjang dan ketangguhan. Dengan kata lain tidak mudah menyerah meskipun sulit,” imbuhnya.

Dalam sesi Speed Networking, peserta daerah berinteraksi secara langsung dengan perwakilan IIPC yang akan menyampaikan kepada para investor di delapan kota yang mewakili masing-masing kawasan. Kedelapan kota perwakilan itu antara lain London, Tokyo, Taipei, Sydney, Abu Dhabi, New York, Seoul, dan Singapore.

Para perwakilan BKPM di delapan kota tersebut membocorkan komoditas dan sektor yang paling menarik bagi investor di wilayah kerjanya. Selain itu perwakilan IIPC menyampaikan pula kegiatan promosi tahunan yang dapat menjadi sasaran strategis bagi misi promosi provinsi. Beberapa kesempatan jangka pendek yang disampaikan adalah Indonesia Investment Forum di Singapura dan Indonesia Infrastructure Summit di London.

Rangkaian acara MasterClass ini ditutup Direktur Fasilitasi Promosi Daerah BKPM, Indra Darmawan. Dia menyampaikan bahwa salah satu pertanyaan kunci yang harus dijawab oleh setiap provinsi adalah apa yang membuat suatu provinsi memiiki daya saing lebih dibanding provinsi lain.

“Provinsi harus memanfaatkan program MasterClass ini untuk menggali sebanyak-banyaknya informasi dari IIPC dan mengembangkan profil proyek yang baik agar mudah dipasarkan. Sepuluh Provinsi terbaik akan diseleksi untuk mengikuti pelatihan pengembangan pengemasan proyek investasi pada bulan Juli mendatang di Surabaya,” jelasnya.

Selanjutnya, BKPM akan menggelar ‘Investment Showcase’ pada November mendatang. Provinsi terbaik akan meraih gelar ‘Regional Investment Champion’ yang dipromosikan langsung oleh seluruh IIPC di dunia pada semua calon investor di wilayah kerja masing-masing sepanjang tahun 2020.(*)

Pewarta : Noordin Djihad