Prof Candra: Cadangan Visa Baik-baik saja, tapi …….

Prof Candra: Cadangan Visa Baik-baik saja, tapi …….

MALANG – Kebijakan penaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) sebesar 50 Bps, satu sisi menunjukkan sinyal kepada pasar bahwa cadangan visa baik-baik saja. Tidak ada masalah.

“Sisi lain, menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia saat ini memang berat,” ujar guru besar ekonomi dari Universitas Brawijaya (UB), Prof Candra Fajri Ananda di sela HUT ke-65 Bank Indonesia di Malang.

Candra bahkan mengusulkan kebijakan penaikan suku bunga tersebut perlu ditindaklanjuti dengan kerja sama antara BI, OJK, LPS, serta pemerintah sebagai responnya.

Hal ini, kata Candra, akibat beratnya kondisi ekonomi kita. “Betul, kebijakan
penaikan suku bunga BI cukup positif. Hanya saja tetap harus ada sinergitas dengan institusi lain karena BI tidak bisa sendiri dalam mengatasi kondisi perekonomian saat ini. Harus ada sinergi berupa bauran kebijakan dengan OJK, LPS, dan pemerintah,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, dengan kondisi ekonomi seperti sekarang ini harus ada relaksasi dan kebijakan-kebijakan untuk menggerakkan roda ekonomi dari pemerintah. Meski sudah ada kebijakan relaksasi pajak untuk sektor UMKM, belum cukup. Relaksasi pajak perlu diberikan juga pada sektor korporasi serta industri.

Memang, aku Candra, implikasi akibat kebijakan relaksasi pajak ini, sisi penerimaan fiskal pemerintah akan terganggu. Karena itu, pemerintah perlu melakukan penjadwalan pada proyek-proyek berdana besar, namun kurang mendesak. “Kalau infrastruktur tol, tetap harus dilanjutkan, dilaksanakan,” ujarnya.

Pemerintah juga tidak bisa mengandalkan utang untuk menutupi APBN karena rasionya mencapai 34 persen, sementara Bank Dunia World memberi peringatan angka utang yang aman itu 20 persen. Itu pun dengan catatan sumber utang dari institusi tertentu, bukan pasar. Persoalannya, utang Indonesia saat ini justru dari pasar sehingga pengelolaannya harus ekstra hati-hati agar tidak bermasalah. (*)

Pewarta : Noordin Djihad
Editor : Shuvia Rahma