Produk UMKM Kota Batu Dipersiapkan Independen Tembus Pasar Ekspor

Produk UMKM Kota Batu Dipersiapkan Independen Tembus Pasar Ekspor

Kampung UMKM Rejoso banyak dikunjungi wisatawan, bahkan pruduksinya hampir menguasai pasar nasional. (Foto: Doi Nuri - aremamedia.com)

MALANG – Pemkot Batu mendorong agar pengusaha UMKM Kota Batu, mampu mengeskpor hasil produksi langsung tanpa melalui pihak ketiga. Bahkan, menurut pengelola Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Andry Yunanto, produk UMKM kota wisata ini susah memiliki kualitas ekspor. Untuk mewujudkannya, pihaknya siap menggandeng PT Angkasa Pura Logistik.

Ditambahkan Andry, produksi UMKM dari Kota Batu banyak yang telah memasuki pasar ekspor, kendati masih melalui perantara pihak ketiga. Dengan mekanisme semacam itu, keuntungan yang didapatkan oleh pelaku UMKM dipastikan menipis karena harus berbagi hasil dengan pihak lainnya.

“Seharusnya para pengusaha UMKM ini sudah bisa mandiri menembus pasar ekspor. Hanya saja selama ini masih melalui perantara pihak ketiga. Poin itulah yang harus terputus sehingga opsi menggandeng PT Angkasa Pura Logistik ini kita anggap tepat,” jelas Andry.

PT Angkasa Pura Logistik membuka kesempatan agar produk UMKM bisa dieskpor secara mandiri. Bahkan telah menjalin kerja sama dengan Pemkot Batu memberikan sosialisasi kepada pengusaha UMKM di Kota Batu. Branch Manager PT Angkasa Pura Logistik, Budi Riyanto memastikan pihaknya akan mengawal para pelaku UMKM bukan hanya tentang ekspor, namun juga tentang teknis operasionalnya.

“Untuk merambah pasar ekspor sebetulnya tidak sulit. Terpenting bangun kedekatan dengan pengguna jasa, baru lanjut kerja sama dengan yang lain sehingga masyarakat bisa mengirim lewat Angkasa Pura Logistik,” imbuh Budi.

Sementara itu, Ketua Gabungan Perusahaan Eksport Indonesia DPD Jatim Iko Sukma menambahkan, Kota Batu merupakan ‘Balinya’ Jawa Timur. Sebab itu dirinya berharap para pelaku UMKM bisa lebih peka menangkap peluang ekspor, sehingga perputaran modal semakin lancar.

“Pengaruh kepada kedatangan turis sangat besar lho itu. Kalau ekspor kita dikenali konsumen luar, maka daya tarik akan kualitas produk kita jelas akan mempermudah perputaran modal. Selama ini SDM pelaku usaha UMKM belum banyak yang paham soal ekspor. Di sisi lain, ekspor di Jawa Timur didominiasi industri,” pungkasnya.

Iko menambahkan, mayoritas eskpor 70 persen didominasi oleh industri. Sementara itu kategori nonindustri seperti tambang, manufakturing, juga hasil kebun turut menembus pasar ekspor. Sebab itulah, dirinya menekankan akan pentingnya memanfaatkan peluang termasuk hadirnya jasa pengiriman dari PT. Angkasa Pura Logistik. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad