Prestasi PBF Malang Mengkilap, Catat Kenaikan 107,59 Persen

Prestasi PBF Malang Mengkilap, Catat Kenaikan 107,59 Persen

Pemateri Invesment Outlook 2020 PT Bestprofit Futures Malang dari kiri ke kanan, Stephanus Paulus Lumintang, Fajar Wibhiyadi, dan Andri. (Foto: Noordin Djihad-aremamedia.com)

MALANG – Luar biasa, PT Best Profit Future (BPF) Malang menutup kuartal III dengan catatan mengkilap. Tercatat pertumbuhan volume transaksi sebesar 75.663 lot. Angka ini naik 107,59% dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama.

“Sementara untuk jumlah nasabah baru sepanjang Januari sampai September 2020, BPF Malang mampu menarik 187 nasabah baru. Jumlah ini meningkat 49,60% dari kuartal III tahun lalu,” terang Pimpinan PT BPF, Andri, saat acara Invesment Outlook 2020-2021, Rabu (21/10/2020) di Malang.

Menurutnya, animo masyarakat terhadap investasi perdagangan berjangka mulai bergairah. Hal itulah yang membuat peningkatan kinerja selama pandemi ini.

“Disamping itu, tak lepas dari edukasi melalui pemberitaan, kegiatan di kampus, hingga service door to door ke setiap calon nasabah yang ingin mencoba lakukan transaksi,” imbuhnya.

Dengan fenomena ini, Andri berharap semakin banyak masyarakat yang melirik investasi di perdagangan berjangka sebagai alternatif investasi pilihan yang menjanjikan.

Sementara itu Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta, Stephanus Paulus Lumintang mengakui sejak awal tahun 2020 wabah Covid-19 memberikan dampak ekonomi yang cukup besar, dan hampir ke semua sektor ekonomi.

“Namun ada sebuah fenomena yang menarik di industri perdagangan berjangka komoditi. Saat masa pendemi ini, justru terjadi kenaikan transaksi,” katanya.

Paulus menyebut, hal itu disebabkan nasabah mampu melihat peluang dengan
memanfaatkan momen dan instrumen yang tepat. “Contohnya seperti berinvestasi dalam instrumen perdagangan berjangka, misanya dalam kontrak emas loco London, kontrak berjangka kopi, dan lain-lain,” lanjutnya.

Paulus bahkan menyertakan data PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) yang berperan sebagai Lembaga Kliring Penyelesaian dan Penjaminan Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi di BBJ. Data itu menyebut sampai kuartal III tahun 2020 terjadi pertumbuhan transaksi sebesar 25,43 persen, dari 992.187 lot di kuartal III 2019 menjadi 1.244.491 Lot di kuartal III 2020.

Selain itu, lanjutnya, dari Pasar Fisik Komoditas juga menunjukkan tren kenaikan yang positif. Data transaksi Pasar Fisik Komoditas Timah Murni Batangan di Bursa Berjangka Jakarta sampai dengan kuartal III tahun 2020, terjadi total transaksi sebanyak 9.850 lot dalam 49.296 ton, dengan transaction value sebesar USD 813.986.011.

“Ini semua tentu merupakan bukti bahwa industri Perdagangan Berjangka Komoditi cukup tahan terhadap guncangan ekonomi, baik lokal maupun global,” yakinnya.

Selain Paulus, PT BPF di acara itu mendatangkan Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Fajar Wibhiyadi, dan Dr Muh Jihadi M.Si, akademisi UMM. (*)

Pewarta: Noordin Djihad