Porprov 2019 Jatim Jadi Ajang Reuni Alumni IBU

Porprov 2019 Jatim Jadi Ajang Reuni Alumni IBU

Beberapa alumni IBU yang reuni di ajang Porprov Jatim 2019. (Foto: istimewa-aremamedia.com)

MALANG – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2019 yang berlangsung 6-13 Juli di empat kabupaten, ternyata menjadi ajang reuni alumni IKIP Budi Utomo (IBU) Malang. Mereka lulusan program pendidikan (Prodi) S-1 dan S-2 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR).

Para alumnus ini terdiri dari pelatih, official, bahkan juri/wasit pertandingan. Mereka bertebaran di empat wilayah yang menjadi tuan rumah antara lain, Gresik, Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro.

Salah satu dosen IBU, Herman Kusdianto, mengatakan, alumni IBU di ajang Porprov tidak cuma belasan. “Ada puluhan alumni di Porprov ini,” kata juri Cabor Sepatu Roda ini.

Yang menarik, reuni alumni terjadi tidak direncanakan, seperti saat pertandingan berlangsung. “Kadang juga bertemu di luar pertandingan. Mereka saling tukar informasi tentang almamater,” imbuhnya.

Beberapa nama alumni yang sempat bereuni antara lain Ardhi Wahyudi alumnus 2011 (pelatih futsal Kab. Malang), Christian Raharjo-2011 (pelatih kiper futsal Kab. Malang), Bagus Budi Hartono-2011, (wasit Porprov Cabor Bolavoli Pantai), Nurul Mahfudi-2011 (Manager Futsal Kab. Blitar), dan M. Agus Muslim-1994 (juri/wasit Porprov cabor sepatu roda).

“Masih banyak alumni lain yang kalau didaftar pasti banyak sekali,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu Rektor IBU, Dr H Nurcholis Sunuyeko, MSi mengatakan, hal itu menunjukkan IBU tidak sekadar mencetak guru.

“Di situlah terlihat kualitas alumni IBU. Tidak hanya sebatas jadi guru atau atlet, namun ikut partisipasi aktif membina olahraga,” terangnya.

Nurcholis menambahkan, kalau seseorang jadi pelatih, official, atau wasit/juri pasti sudah teruji di bidangnya. “Baik secara akademik maupun praktik, mereka sangat berkompeten di Cabor masing-masing,” ujarnya lagi.

Hal itu, sambungnya, tak lepas dari sistem pendidikan dan falisitas/laboratorium di IBU. “Terutama olahraga dan kesehatan, disediakan fasilitas/laboratorium plus alat pengukur yang valid,” kata pria yang juga Pembina PWI Malang Raya ini.(*)