Persoalan Hukum Selesai, Jembatan Kedungkandang dibangun 2020

Persoalan Hukum Selesai, Jembatan Kedungkandang dibangun 2020

Jembatan Kedungkandang yang bakal dibangun pada 2020 mendatang untuk mendukung tol Pandaan-Malang. (Foto: Noordin Djihad-aremamedia.com)

MALANG – Persoalan hukum jembatan Kedungkandang telah selesai, sehingga bisa ditender ulang pada 2019 untuk pembangunan kembali.

“Paling lambat 2020 jembatan Kedungkandang dikerjakan kembali karena permasalahan hukum telah selesai,” terang Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji kepada wartawan.

Pernyataan itu disampaikan Sutiaji usai paparan Refleksi Akhir Tahun 2018, Senin (30/12/2018) malam.

Meski demikian Sutiaji mengaku belum tahu sumber pembiayaan. “Untuk mengetahui biaya proyek jembatan Kedungkandang, harus mengacu pada detailed engineered design (DED)-nya,” ujarnya.

Sementara itu untuk mempercepat realisasi proyek tersebut, maka DED-nya dikerjakan pada 2019 yang pendanaannya bersumber dari APBD-Perubahan.

“Jika mengacu pada anggaran sebelumnya, biaya konstruksi proyek jembatan Kedungkandang mencapai Rp80 miliar-Rp90 miliar,” jelas Sutiaji lagi.

Seperti diketahui, Pemkot Malang sejak lama ingin membangun jembatan Kedungkandang yang lebih besar. Tujuannya jembatan yang sekarang tak mampu lagi menampung volume kendaraan sehingga sering menimbulkan kemacetan.

Selain itu, jembatan ini bakal menerima limpahan kendaraan dari pintu keluar tol Pandaan-Malang.

Selain membangun jembatan baru, Pemkot Malang juga
memperluas ruas jalan untuk mendukung kelancaran lalu-lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan. (*)

Pewarta : Noordin Djihad
Editor : SM Nunggal