Persebaya Jauh Dari Ikon “WANI” Saat Dijamu Arema Fc

Persebaya Jauh Dari Ikon “WANI” Saat Dijamu Arema Fc

Pergerakan Makan Konate begitu membahayakan pertahanan Persebaya, hingga butuh dua hingga tiga orang untuk mengawal pergerakannya. (Foto: Doi Nuri)

KAB. MALANG – Singo Edan mengurung pertahanan Bajul Ijo sejak menit awal babak pertama. Terlihat beberapakali kesalahan mendasar, dilakukan oleh para pemain Persebaya. Bermain dihadapan 42.000 Aremania, di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang pada Kamis (15/8/2019), Bajul Ijo nampak bermain canggung.

Penetrasi berbahaya beberapa kali dilancarkan oleh Arema Fc. Seperti saat serangan tajam Singo Edan memanfaatkan bola pantul dari Makan Konate, dengan sepakan keras di menit ke-10 Hendro Siswanto hampir saja merobek gawang Persebaya, sayangnya tendangan akuratnya masih tipis diatas gawang.

Tensi pertandingan semakin meninggi, jual beli serangan terjadi. Keasikan menyerang, tim asuhan Milomir Seslija dikagetkan serangan cepat yang dimotori oleh Rendi Irawwn dari sisi kiri, dengan tenang segera disambut dengan sundulan Amido Balde, dan robek-lah gawang Arema Fc. Namun sayang, hakim garis lebih dulu mengangkat bendera tanda offside.

Gempuran Arema Fc dari lini tengah dan sayap, semakin menyudutkan Ruben Sanadi dan Otavio Dutra daam mengawal pertahanan Persebaya. Bahkan Oktafianus Ferinando Haris turun hingga kini tengah Arema. Pergerakan Agil Munawar bak kilat yang merongrong sisi kiri pertahanan Persebaya.

Berbahayanya pergerakan Agil Munawar, memancing Oktafianus Ferinando yang sedang membantu pertahanan untuk melakukan tackle keras. Hal tersebut diprotes keras oleh Arthur Cunha kepada wasit Yudi Nur Cahya dari Jawa Barat. Dianggap terlalu keras melontarkan protes, bek tangguh asal Brazil tersebut mendapat ganjaran kartu kuning, meski setelahnya Oktafianus juga mendapatkan hukuman yang sama pada menit ke-25

Tempo pertandingan memanas, intensitas serangan kedua tim semakin tinggi. Namun Singo Edan masih menguasai lini tengah, alhasil Hendro Siswanto kembali memberikan tembakan keras dari luar kotak pinalti, kali ini lebih akurat. Hanya saja Miswar Saputra masih sanggup menepis tembakan gelandang asal Tuban itu.

Meski bermain bagus, Jayus Hariono ditarik keluar oleh Milo digantikan Muhammad Rafli di menit ke-29. Kedudukan belum berubah, justru Amido Balde beberapa kali sanggup menembus pertahanan Singo Edan, hasil kreatifitas serangan yang dibangun oleh Irfan Jaya dan Muhammad Hidayat. Sayangnya, kedisiplinan Arthur Cunha dan Hamka Hamzah dibantu Agil Munawar dan Nasir yang bermain Spartan, membuat percuma beberapa percobaan serangan yang digalang anak asuh Bejo Sugiantoro ini.

Buah dari ngeyelnya seluruh lini permainan Singo Edan, terjadi ketika tendangan sudut Makan Konate menghasilkan bola liar, dan segera disambut dengan tendangan first time terukur Dendi Santoso sehingga mampu merubah kedudukan menjadi keunggulan Arema Fc di menit ke-30.

Hingga berakhirnya babak pertama, Singo Edan masih mendominasi permainan. Dipastikan Persebaya akan merubah strategi untuk meredam agresifitas yang dilancarkan oleh Arema Fc, terutama pada sisi sayap dan tengah lapangan. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad